SE Menteri Agama: Masjid dan Mushola Bisa Menggelar Salat 5 Waktu dan Tarawih

PURWOREJO, Dalam bulan suci Ramadan ini kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, dengan ketentuan pesertanya 50% dari kapasitas ruang atau gedung. Disamping itu juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Demikian salah satu butir ketentuan dalam Surat Edaran Menteri Agama No 04 Tahun 2021 yang merupakan perubahan atas SE No 3 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 tertanggal 8 April 2021.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Purworejo, Rita Purnama, SSTP, MM, yang dihubungi Purworejonews, Rabu (14/4) menjelaskan, SE tersebut digunakan sebagai pedoman resmi semua kegiatan yang berkaitan dengan ibadah Ramadan.

Mengutip SE Menag, Rita menyebutkan, pengurus masjid/mushola dapat menyelenggarakan shalat fardhu lima waktu, tarawih dan witir, tadarus, itikaf dengan pembatasan jumlah jamaah 50% dari kapasitas masjid/mushola. Juga menerapkan prokes ketat, jaga jarak 1 meter antarjamaah.

Adapun pengurus masjid wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan prokes dan mengumumkan kepada jamaah. Pengurus juga menyediakan disinfektan dan sarana cuci tangan di pintu masjid.

“Pengajian/ceramah, tausiyah, kultum dan kuliah subuh durasi maksimal 15 menit,” kata Rita mengutip isi SE Menag.

Ketentuan tersebut, menurut SE Menag, tidak boleh dilakukan di daerah zona merah dan oranye penyebaran covid-19 berdasarkan penetapan Pemda setempat.

“Di Purworejo, zonasi didasarkan kondisi tiap desa, bukan kabupaten. Laporan zonasi RT RW secara periodik dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan sebagai implementasi Inmendagri Nomor 7 Tahun 2021. Seperti laporan hari ini, hampir seluruh desa dalam zona kuning,” jelas Rita. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *