Jika Peran Ulama Diabaikan, Arah Pembangunan Mental Masyarakat Tidak Jelas

PURWOREJO, Bupati Purworejo RH Agus Bastian, SE, MM, menegaskan, peran ulama sangat strategis dalam membangun karakter bangsa. Sehingga dalam dunia semodern apapun, peran dan tanggung jawab ulama tidak akan pernah tergantikan.

“Jika peran ulama diabaikan, maka arah pembangunan mental masyarakat tidak jelas dan masyarakat akan mengikuti hawa nafsunya,” tandas Bupati saat menghadiri Halaqah Ulama Kabupaten Purworejo dalam rangka menyambut bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H di Graha Siola Purworejo, Kamis (8/4).

Menurut Bupati, keterlibatan ulama sangat dibutuhkan, bukan hanya sebagai pelengkap tapi menjadi bagian utama dari seluruh kebijakan.
Hadir mendampingi Bupati, Kepala Kemenag Purworejo H Fatchur Rochman, M.PdI, Ketua MUI Purworejo KH Achmad Hamid AK, Kepala Bagian Kesra Setda Drs Faturohman, MM, Kasat Intelkam Polres Purworejo AKP Ngatimin SH dan pejabat terkait lainya.

Bupati mengatakan, para ulama dalam kedudukannya sebagai pemimpin informal di tengah masyarakat sangat berperan memperkokoh sendi-sendi etika, moral dan spiritual kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Para ulama tidak saja berperan menjaga moral bangsa dan etika keberagamaan, tetapi sekaligus berfungsi untuk mencerahkan, mencerdaskan, dan membimbing umat dengan ajaran dan nilai-nilai Islam.

Bupati di forum halaqah ulama

Ia berharap agar para ulama selalu menjadi mitra pemerintah, dengan mendukung program-program pemerintah yang membawa  kemaslahatan masyarakat luas. 

Bupati mengingatkan tahun ini merupakan tahun kedua menjalankan ibadah puasa di tengah situasi pandemi COVID-19. 

“Saya berharap pelaksanaan ibadah nantinya bisa berjalan lancar dan optimal, tentunya dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” harapnya. 

Bupati juga meminta bantuan para ulama untuk terus mengingatkan dan memotivasi masyarakat, agar senantiasa menjaga kesehatan dan ikut berkontribusi dalam upaya mensosialisasikan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang belum juga usai. 

“Saya juga mohon dukungan dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang masih terus dilakukan oleh Pemkab Purworejo. Saya percaya, dengan dukungan para ulama, program pemerintah untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 akan bisa terlaksana, tanpa mengurangi hakikat dan kekhusyukan ibadah di bulan suci Ramadhan,” ungkapnya. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *