Sampah Menggunung di TPA Jetis, Bupati: Teknologi Daur Ulang Solusinya

LOANO, Bupati Purworejo RH Agus Bastian, SE, MM menilai perlu adanya peningkatan teknologi pengolahan sampah yang lebih baik di TPA Jetis. Lahan yang semakin lama semakin terbatas, menuntut pamanfaatan teknologi agar dapat mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat. 

“Penambahan area TPA tidak dapat terus dilakukan. Mau selebar apapun tidak akan bisa. Satu-satunya solusi adalah penerapan tekonologi, agar sampah  didaur ulang untuk menghasilkan produk-produk yang bermanfaat,” kata Bupati saat meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Gunung Tumpeng Desa Jetis, Kecamatan Loano, Rabu (10/3). 

Saat meninjau, Bupati menyaksikan tumpukan sampah yang mulai menggunung di satu-satunya TPA yang dimiliki Kabupaten Purworejo itu.

Kompos hasil olahan TPA Jetis

Bupati mengatakan, pemrosesan pupuk di TPA Jetis telah dilakukan sejak lama. Namun jika pemrosesan pupuk terus dilakukan secara manual, menurutnya tidak akan begitu bermanfaat bagi masyarakat. 

“Secepatnya, tahun 2022 paling tidak, kita sudah harus memulai itu. Prinsipnya kita harus dapat mengelola sampah di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo dengan baik,” imbuh Bupati.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo Al Bambang Setiyawan, M.Si menjelaskan, TPA Jetis diproyeksi hanya untuk menampung sampah perkotaan dan perumahan. Namun, mulai tahun 2020 sampah dari pasar juga ditampung.

Bupati dan Kadin LH meninjau areal TPA Jetis

“Setiap hari TPA Jetis menerima 40 ton sampah. Padahal setahun kita baru bisa memproduksi kompos sebanyak 25 ton. Dengan meningkatnya volume sampah maka akan mempengaruhi kapasitas sel TPA Jetis,” terang Bambang.

Dikatakan Bambang, saat ini TPA Jetis memiliki 3 sel yang diproyeksikan mampu menampung dan mengelola sampah hingga tahun 2022. Namun pada tahun 2021 ini, sampah sudah terlihat menumpuk.

“Diperlukan penambahan lahan sekitar 5.000 m2. Selain itu juga diperlukan penambahan sarana peralatan. Anggaran untuk tanah sekitar Rp 1,3 miliar, sedangkan peralatan bego dan buldoser senilai Rp 6 miliar. Total Rp 7,3 miliar yang telah kami usulkan pada pada tahun 2022,” imbuh Bambang. (**/Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *