36 Produk UKM dan Potensi Wisata Purworejo Tampil di Stan YIA

KULONPROGO, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti, MA meninjau booth (stan) produk usaha kecil menengah (UKM) yang berada di area Pasar Kotagede dalam kompleks Bandara YIA, Kulonprogo, Rabu (3/12). Kunjungannya kali ini didampingi oleh Asisten II Sekda Drs Boedi Hardjono, Kadinparbud Agung Wibowo, AP, Kadin KUKMP Drs Bambang Susilo, serta Kabag Perekonomian Dra Titik Mintarsih, M.Pd.

Tercatat ada 36 item produk UKM yang dibagi dalam empat jenis yakni makanan, minuman, fashion, dan kerajinan. Pjs Bupati mengaku, merasa perlu melihat dari dekat display produk UKM Purworejo di bandara internasional tersebut. Ia menilai, memang sudah selayaknya Purworejo mampu menampakkan diri melalui produk yang ada.

“UKM ini merupakan produk dari masyarakat Purworejo. Memang di sini ada produk dari daerah lain di Jawa Tengah. Dari 99 produk yang ada, kita memajang 36 produk. Jumlah ini besar dan saya nilai dapat menjadi benefit bagi Purworejo,” kata Pjs Bupati.

Penempatan produk UKM ini, menurutnya, merupakan upaya Dinas KUKMP Purworejo untuk mengangkat produk UKM di Kabupaten Purworejo. Produk yang ada bisa muncul dan akan dikenal luas oleh khalayak umum.

Pjs Bupati melihat-lihat stan yang memajang produk UMKM Purworejo di YIA

“Nilainya kan tentu beda kalau dibanding dengan harga di luar. Ini akan menjadi buruan kalangan yang terbiasa naik pesawat terbang dari berbagai tempat baik domestik maupun manca (negara),” tegasnya.

Melihat produk yang ditampilkan, Yuni mengaku optimistis hasil UKM Purworejo akan laku. Ketika dijajarkan dengan produksi wilayah lain juga sudah sekelas dan berkelas.

“Di sini ada makanan, batik, sepatu dan juga kaus yang dibuat oleh kaum difabel. Sepatunya juga luar biasa, sangat halus dan itu masih good price,” imbuhnya.

Pjs Bupati menambahkan jika keberadaan barang yang dipajang di bandara akan mematik para pengusaha lain untuk terus berbenah. Dirinya optimis jika hal tersebut akan berkembang dari mulut ke mulut dan membuat para pengusaha bangga.

Pjs Bupati tinjau stan batik

Kadin KUKMP Drs Bambang Susilo menerangkan, sebenarnya Purworejo telah mengajukan 90 hasil UKM. Kurasi awal memang dilakukan di tingkat kabupaten, setelah dikirimkan ke Semarang berkurang menjadi 40 item.

“Terakhir hasil kurasi dari Angkasa Pura menyisakan 36 produk dan ditampilkan bersama dengan produk lain dari Jawa Tengah,” terang Bambang.

Selain dari sektor UKM, Yuni Astuti juga mengapresiasi adanya langkah dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo yang mengambil bagian dengan memasarkan potensi wisata di Purworejo. Walaupun baru sebatas leaflet namun hal itu sangat dibutuhkan para wisatawan.

Menganggapi hal tersebut, Kadinparbud Agung Wibowo AP mengaku jika pihaknya memang membangun komunikasi aktif dengan pihak Angkasa Pura. Keberadaan leaflet potensi wisata menjadi satu di antara beberapa kerjasama yang dibangun.

“Nanti masih ada booth yang memajang wisata dan kesenian di Purworejo. Selain itu kita juga mendapatkan kesempatan untuk menampilkan atraksi seni di bandara ini,” kata Agung. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *