1.901 Pengawas TPS Jalani Rapid Test, 39 Orang Dinyatakan Reaktif

PURWOREJO, Sebanyak 1.901 Pengawas TPS mengikuti rapid test sebelum melaksanakan tugas di lapangan. Petugas TPS itu tersebar di 16 kecamatan atau 494 desa/ kelurahan yang ada di Purworejo. Rapid test diadakan di masing-masing kecamatan, Sabtu (28/11).

Dalam rilis yang disampaikan Bawaslu Purworejo Minggu pagi (29/11), Koordinator Hukum Humas Data dan Informasi Bawaslu Purworejo, Rinto Hariyadi mengatakan, kegiatan rapid test tersebut merupakan rangkaian cek kesehatan yang diikuti seluruh jajaran pengawas pemilu, mulai dari Bawaslu, Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Kelurahan/Desa hingga Pengawas TPS. Kegiatan rapid test tersebut untuk memastikan jajaran Pengawas TPS sehat dan tidak terpapar Covid-19 saat menjalankan tugas.

“Mereka dirapid test oleh petugas puskesmas masing-masing kecamatan,” ucap Rinto. Hasilnya, dari 1.091 petugas itu, 39 diantaranya dinyatakan reaktif.

Disebutkan Rinto, 39 orang itu berasal dari 13 kecamatan. “Paling banyak dari Kecamatan Bayan (9), kemudian Kecamatan Purworejo (7), Kecamatan Bagelen, Kutoarjo dan Bruno masing-masing 4 orang.

Pengawas TPS diambil sampel darahnya untuk Rapid Test

Berikutnya Kecamatan Loano, Butuh, dan Bener masing-masing 2 orang. Sedangkan lima kecamatan lain yakni Gebang, Kemiri, Pituruh, Ngombol, dan Banyuurip masing-masing 1 orang petugas

Mereka yang dinyatakan reaktif kemudian langsung menjalani isolasi mandiri untuk selanjutnya akan menjalani swab pada Senin (30/11),” tegas Rinto saat dihubungi Purworejonews. Bila hasil swab positif, pihaknya telah menyediakan petugas cadangan yang sudah siap menjalankan tugas.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Purworejo, Abdul Azis mengatakan, “Kami ingin memastikan kepada masyarakat, bahwa jajaran PTPS yang bertugas di lapangan terbebas atau aman dari Covid-19”.

Dijelaskan bahwa cek kesehatan berupa rapid test ini merupakan komitmen Bawaslu dalam mewujudkan pemilihan bupati dan wakil bupati yang bermartabat dan sehat. “Semua harus sesuai standar prokes dan aman saat pelaksanaan pilkada tanggal 9 Desember mendatang,” pungkasnya. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *