Tradisi Merti Desa di Pamriyan, 5.000 Ingkung Dibagikan kepada Pengunjung

PITURUH, Merti desa adalah tradisi yang dilaksanakan tiap tahun oleh hampir semua desa/kelurahan di Purworejo. Tapi merti desa di Desa Pamriyan, Kecamatan Pituruh, Rahu (18/7) jauh berbeda dengan yang dilakukan desa lain. Merti desa di Pamriyan digelar tiga tahun sekali dengan penyajian dan ritual yang berbeda. Yang istimewa yaitu adanya sajian 5.000 ekor

ingkung ayam kampung yang dibagikan kepada pengunjung.

Ribuan orang berbondong-bondong datang ke desa yang jauh di ujung barat laut Purworejo, termasuk Bupati Purworejo Agus Bastian dan para pejabat lainnya. Desa yang berbatasan dengan Wonosobo itu jaraknya mencapai 40 kilometer dari Kota Purworejo.
Dalam merti desa yang digelar tiga tahunan tersebut diarak puluhan ancak atau ambeng yang berisi ribuan ayam panggang dan hasil bumi. Juga dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian tradisional seperti tari Dolalak, Tayub, dan sendra tari.
Menurut Kepala Desa Pamriyan Budi Susilo, merti desa tiga tahunan tersebut merupakan tradisi turun temurun yang sudah dilaksanakan sejak zaman nenek moyang.

“Tujuannya untuk memanjatkan doa memohon keselamatan dan limpahan rejeki,”kata Budi di sela-sela kegiatan.
Ritual merti desa tersebut diikuti 8 dusun, dengan jumlah total ancak atau ambeng sebanyak 47 buah. Masing-masing ancak berisi ratusan ayam panggang, hingga jumlahnya mencapai 5.000 ekor.
Ancak berisi ayam panggang kemudian dikumpulkan di balai desa, setelah ritual selesai dilaksanakan kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Menurut Budi, sebelum merti desa dilaksanakan, para sesepuh desa terlebih dulu ‘sowan” ke sejumlah punden atau tempat-yang dikeramatkan untuk meminta izin.
Pengamatan lapangan, tradisi merti desa tersebut menyedot ribuan warga yang datang dari berbagai pelosok Purworejo. Menurut informasi, biaya pembuatan satu ancak berisi ayam panggang sekitar Rp 18 juta.
Meski terbilang lumayan mahal namun warga tetap membuat ancak karena keyakinan akan datangnya bala atau musibah jika merti desa tak dilaksanakan. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *