Sosialisasi Gerakan BISA, Anggota DPR RI Serahkan 120 Unit Alat Kebersihan

PURWODADI, Akibat pandemi Covid-19 sebanyak 690 destinasi wisata dan 103 hotel di Jawa Tengah terpaksa ditutup. Padahal, terdapat 38.600 orang yang menggantungkan hidup dari tempat-tempat wisata tersebut. Selain itu, saat ini baru terealisasi 9 juta wisatawan dari target 20 juta wisatawan di Jawa Tengah, sehingga sektor pariwisata menurun hingga 62,95%. 

Hal itu disampaikan anggota DPR RI Dapil Jateng VI  Bramantyo Suwondo Mardiantoro, M.IR melalui Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Yophi Prabowo, SH pada acara sosialisasi Gerakan Bersih, Indah, Sehat, dan Aman (BISA) di Pantai Jatimalang, Senin (10/8). 

Dalam kegiatan itu hadir Direktorat Promosi Wisata Minat Khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI Lanny Setyawati serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Agung Wibowo, AP, MM.  

Yophi Prabowo juga menyatakan ikut senang atas aspirasi yang diperjuangkan anggota DPR sebagai upaya meningkatkan sektor pariwisata, khususnya di Purworejo. 
Bantuan seperti ini, menurut Yophi, diharapkan dapat membantu mendongkrak kembali sektor pariwisata yang sangat terpuruk selama masa pandemi Covid-19.

Agung Wibowo, pancingan

“Atas masukan dari anggota DPR RI, bantuan berupa 120 unit alat kebersihan dan disinfektan yang akan dikelola oleh Pokdarwis sekitar ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan sehingga akan berimbas pada sektor ekonomi yang membaik,” kata Yophi.

“Saya berharap dengan gerakan BISA ini sektor pariwisata bisa pulih karena ini merupakan nadi kehidupan bagi warga di sekitar pantai sehingga masyarakat bisa kembali bersemangat,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinparbud Kabupaten Purworejo Agung Wibowo mengatakan, kegiatan ini merupakan pancingan awal dari anggota DPR dan Kemenparekraf RI sebagai pemasukan di bidang pariwisata melalui gerakan BISA. Ada 100 warga yang terlibat dalam kegiatan itu.

Mereka merupakan garda pariwisata di wisata pantai Jatimalang.
Terpisah, Lanny Setyowati mengatakan, gerakan BISA di masa pandemi adalah upaya pemberdayaan masyarakat yang menggeluti sektor pariwisata dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. 

“Jadi ketika wisatawan datang pengelola sudah siap dengan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan di tempat wisata,” ujarnya. (Dia)

Tinggalkan Balasan