Pertunjukan Kesenian Tradisional Akan Ramaikan Alun-alun Purworejo Selama Lebaran

PURWOREJO, Untuk menyambut pemudik dan memberikan hiburan kepada masyarakat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo akan menggelar berbagai kesenian tradisional di Alun-Alun Purworejo pada sore dan malam hari selama masa libur Lebaran mendatang.

Kepala Dinparbud Purworejo, Agung Wibowo mengatakan, untuk kesiapan masa libur Lebaran, semua obyek wisata yang ada di Purworejo telah mempersiapkan diri untuk menghadapi Lebaran. Dinparbud sendiri juga telah mempersiapkan menggelar event di Alun-alun Purworejo, yakni menampilkan sejumlah kesenian tradisional pada sore dan malam hari.

“Yang sore di Alun-alun sebelah utara, kalau malamnya di amphitheater. Ini untuk mengobati rasa rindu pendatang ataupun pemudik yang asli dari Purworejo, ada ndolalak, kuda kepang, cing po ling, dan lain sebagainya,” ungkap Agung saat ditemui di kantornya, Jumat (24/5).

Event ini akan dimulai pada H+1 Lebaran dan berlangsung selama empat hari. Menurut Agung, dibanding Lebaran tahun lalu, event kali ini berbeda. Tahun lalu hanya digelar sore hari saja dan hanya tiga hari. Sedangkan tahun ini digelar selama empat hari pada sore dan malam hari.

“Lebaran tahun ini kami upayakan sore dan malam. Para penampil dari grup kesenian lokal,” tuturnya.

Digelarnya event di alun-alun, lanjut Agung, karena alun-alun sudah menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Purworejo. Dengan digelarnya event ini diharapkan akan lebih mendongkrak dan lebih mengenalkan Purworejo sebagai kota yang betul-betul layak dikunjungi, penuh dengan seni budaya, dan wisatanya cukup bagus.

“Sebenarnya alun-alun ini sebagai etalase kita, karena begitu melihat di sana oh seperti ini, dia bisa masuk ke dalam berarti sudah banyak pariwisatanya,” paparnya.

Agung menambahkan, pihaknya berharap musim libur Lebaran bisa meningkatkan kunjungan wisata. Ia menyebut, sudah banyak obyek wisata baru di Purworejo. Selain itu, beberapa obyek wisata yang sudah ada juga semakin berbenah. “Harapan kami semakin meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Purworejo,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Promosi Dinparbud Purworejo, Dyah Woro mengatakan, selain sebagai sarana promosi, event yang digelar di Alun-alun Purworejo juga dimaksudkan untuk menyambut para pemudik dan memberikan kesan berbeda bagi para pengunjung.

Woro memaparkan, dalam pengembangan pariwisata, Purworejo dibagi menjadi lima klaster. Meliputi klaster selatan dengan pantainya, di utara ada Badan Otorita Borobudur mencakup Sedayu Benowo, di sebelah timur ada Kaligesing, di sebelah barat ada segitiga emas yang harapannya ada paket terpadu antara Jogja Bruno dan wonosobo.

“Kemudian yang aglomerasi, ini sesuatu yang unik-unik ini dikumpulkan menjadi satu, nah ini menjadi daya tarik tersendiri untuk Alun-alun Purworejo,” jelasnya.

Menurutnya, jika melihat di medsos sejauh ini banyak masyarakat yang merasa bangga ketika sekarang pulang ke Purworejo sudah ada sesuatu yang berbeda. Salah satunya Alun-alun, di mana sesuai kebijakan Bupati juga dibangun amphitheater untuk memfasilitasi agar ada hiburan-hiburan. Seperti saat ini selama Ramadan Dinas juga memfasilitasi ada hiburan berupa Romansa Musik Ramadan di amphitheater hingga mendekati Lebaran.

“Kemudian di Lebaran ada sore sama malam tampilan kesenian tradisional sama musik-musik akustikan yang dilaksanakan oleh seniman-seniman lokal Purworejo,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan