Perpaduan Histori dan Alam, Wisata Sinalang Siap Jadi Destinasi Wisata Baru Purworejo

KUTOARJO, Satu lagi destinasi wisata baru di Kabupaten Purworejo: Wisata Sinalang Fam Camp atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kampung Koboi. Lokasinya di Desa Karangrejo, Kecamatan Kutoarjo. Sebutan Kampung Koboi karena atribut koboi mewarnai obyek wisata baru tersebut.

Diklaim sebagai satu-satunya tempat wisata di Kecamatan Kutoarjo, Wisata Sinalang memiliki histori sebagai medan gerilya dan tempat persembunyian Pangeran Diponegoro karena ditumbuhi alang-alang yang lebat.

Di tempat ini terdapat Selo Sajadah, yakni batu berbentuk sajadah yang konon merupakan tempat Pangeran Diponegoro bertafakur serta bermunajat kepada Allah SWT.

Selain wisata sejarah, pengunjung Wisata Sinalang juga dimanjakan dengan fasilitas rumah pohon, gardu pandang, gasebo, dan spot selfi.

Wisata Sinalang juga dapat digunakan untuk berkuda, panahan dan pencak silat. Pengunjung juga dapat menikmati udara yang segar karena tempatnya yang masih asri.

Luas area Wisata Sinalang mencapai lima hektare, dengan mengutamakan Go Green (penghijauan) yang ditanami pohon jati dan pohon keras lainnya.

Pembangunan Wisata Sinalang dimulai akhir 2017 dengan menghabiskan biaya Rp 100 juta. Untuk sampai ke lokasi sedikit menanjak namun semua jalan sudah rabat beton dan paving.

Fasilitas wisata Sinalang semakin lengkap dengan dibangunnya Aula yang diresmikan Jumat (27/12) oleh Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti, SH.

Acara peresmian dihadiri perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Kartini, S.Sos, MSi, Kepala DPPKP Wasit Diono, S.Sos, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsosdukbpppa Kabupaten Purworejo Lilos Hapsarasto, S.Sos beserta Kasi Dra Dede Yeni Iswantini, Sekcam Kutoarjo Galuh Bakti Pertiwi, SSTP, Forkopimcam, Kepala Desa Karangrejo Buntoro AMd, serta masyarakat sekitar.

Yuli Hastuti mengemukakan, aula tersebut dibangun untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta keharmonisan antar desa yang terletak di perbatasan tiga desa, yakni Desa Karangrejo dan Kaligesing Kecamatan Kutoarjo serta desa Pucangagung Kecamatan Bayan.

“Jadi aula bisa digunakan ketiga desa tersebut,” jelasnya.

Ungkapan Wakil Bupati tersebut diamini oleh Kepala Desa Karangrejo, Buntoro.

“Adanya pembangunan aula pertemuan selain untuk mendukung Wisata Sinalang juga untuk meminimalisir konlfik yakni mengantisipasi potensi kerawanan sosial yang terjadi melalui Forum Keserasian Sosial (FKS),” ungkap Buntoro. (A/Dia)

Tinggalkan Balasan