Pantai Dewaruci Ditutup, Ratusan Wisatawan Terpaksa Balik Arah

JATIMALANG, Ratusan wisatawan gagal menikmati liburan di Pantai Dewaruci Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, karena obyek wisata itu ditutup. Mereka terpaksa balik arah setelah petugas melarang memasuki pintu gerbang. Sesuai dengan Surat Edaran Bupati Purworejo, semua obyek wisata di Kabupaten Purworejo ditutup sejak 24 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

Pantauan Purworejonews di lokasi, Sabtu (26/12), para pengunjung Pantai Dewaruci yang pada umumnya dari luar daerah rupanya belum mengetahui adanya SE Bupati Purworejo tentang penutupan sementara obyek wisata.

Petugas yang berjaga dari pukul 08. 00 di gerbang pintu masuk Pantai Jatimalang memberikan arahan kepada wisatawan untuk putar balik. Terhitung dalam 10 menit sudah puluhan mobil yang terpaksa putar balik di lahan yang disediakan petugas.

Pengumuman ditutup di depan Patung Dewaruci

Martono (50) salah satu calon wisatawan asal Bekasi Jawa Barat tampak kecewa dengan penutupan pantai jujugan dirinya bersama keluarga.

“Saya nggak tahu kalau ditutup Mbak. Terpaksa cari tempat wisata lain,” ujar Martono yang membawa istri dan anaknya yang sudah remaja.

Alip, salah seorang penjaga gerbang Pantai Jatimalang menuturkan, pihaknya sudah ratusan kali meminta pengemudi untuk memutar balik mobil yang hendak masuk ke Pantai Dewaruci.

Pantai Dewaruci lengang, hanya ada satu dua pemancing

“Rata-rata plat B,” ujarnya. Hal itu dilakukan sejak tanggal 24 Desember atau dua hari lalu, saat surat edaran mulai diberlakukan.

Suasana pantai pun sangat lengang. Tak satupun wisatawan yang tampak, baik di sepanjang bibir pantai maupun berada di tepi pantai untuk sekedar menikmati hembusan angin pantai. Hanya tampak beberapa pemancing yang memang diizinkan oleh petugas.

Salah seorang pemancing, Max (30) warga Kelurahan Baledono, menuturkan, ia membayar retribusi sebesar Rp 5.000 untuk dapat masuk ke area pantai.

Pak Purwo, rugi

Max mengaku senang dengan adanya penutupan obwis itu karena dirinya bisa leluasa memilih lokasi dan tidak kuatir kailnya mengenai wisatawan.

Penutupan Pantai Dewaruci
selain berimbas pada berkurangnya retribusi juga kepada pemasukan para pedagang yang menggantungkan hidup dari berjualan di sana. Seperti dituturkan Purwo (50) pemilik warung makan yang berada di dekat kolam buatan.

Dengan nada sedih Purwo mengungkapkan, untuk menyambut liburan panjang kali ini dirinya sudah terlanjur berbelanja berbagai keperluan untuk warung makannya senilai Rp 5 juta.

“Saya berhutang kepada bank. Eh tidak tahunya ada edaran penutupan pantai, ” ujar Purwo meradang. Akhirnya hanya sesama teman-temannya dan juga nelayan yang makan dan minum di warungnya.

Ia bertutur, beberapa bulan lalu para pedagang di sepanjang Pantai Dewaruci sempat diminta fotokopi KTP yang konon akan digunakan untuk pendataan penerima bantuan Covid-19 Tapi hingga saat ini bantuan itu tak kunjung datang.

Keluhan serupa disampaikan Parno (67) penjual minuman yang berlolasi di dekat tempat parkir. “Sebelumnya dalam sehari saya bisa dapat Rp 300.000 hingga 400.000. Sekarang paling banter Rp 50.000. Pernah juga hanya dapat Rp 5.000. Tapi ya bagaimana lagi, dijalani saja wong kondisinya sedang seperti ini”. (Dia)

Tinggalkan Balasan