Lengkapi Bording City, Taman Bagelen dengan 4 Rumah Duren Hiasi Pintu Gerbang Jateng-DIY

BAGELEN, Kecamatan Bagelen yang terletak di perbatasan Kabupaten Purworejo (Jawa Tengah) dan Kabupaten Kulonprogo (DIY) kini berubah jadi wilayah penting dan menarik bak gadis berparas cantik. Terutama setelah di dekat perbatasan dibangun Yogyakarta International Airport. Kecamatan Bagelen akan jadi Bording City atau Kota Perbatasan yang potensial dan bisa jadi pemicu pertumbuhan di berbagai bidang: perdagangan, pariwisata, dan industri.

Bagelen ke depan akan jadi pintu gerbang ekonomi Jawa Tengah bagian selatan pada umumnya dan Purworejo pada khususnya. Seperti seorang gadis, Kecamatan Bagelen harus dipoles wajah dan penampilannya serta dihiasi aksesori untuk menarik para “perjaka”.
Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM telah meresponnya secara cepat. Sejak tahun lalu Bagelen telah disiapkan sebagai pintu gerbang Purworejo bagian selatan, antara lain dengan dibangunnya Taman Bagelen yang terletak di Simpang Tiga Bagelen, Desa Bagelen.
Taman Bagelen yang sudah ada itu akan dilengkapi dengan empat buah bangunan yang disebut dengan Rumah Duren. Saat ini pembangunan Rumah Duren itu dalam tahap pengecoran kerangka betonnya, dan diharapkan rampung 9 Desember mendatang. Proyek lanjutan itu berbiaya Rp 1,059 miliar dari dana APBD kabupaten 2019.

Rumah Duren dalam tahap pengecoran

“Rumah Duren itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai tempat menjual durian. Bentuk bangunannya bundar menyerupai buah durian dengan duri yang dibuat dari bahan fiber,”jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purworejo, Suranto, S.Sos, MPA, di ruang kerjanya, Selasa (5/11).

Empat bangunan Rumah Duren terletak di sisi utara Taman Bagelen, masing-masing berukuran 3,3 meter berderet ke timur. Di antara dua Rumah Duren dibangun pintu gerbang yang juga berbentuk durian. Dari pintu gerbang itulah pengunjung masuk ke kawasan Taman Bagelen.
“Tempat dibangun Rumah Duren memang sebelumnya merupakan lapak pedagang durian yang sudah ada puluhan tahun. Nantinya mereka yang akan menempati Rumah Duren untuk berjualan,”kata Suranto.
Dengan dibangunnya empat Rumah Duren, maka lengkaplah kawasan Taman Bagelen sebagai tempat rekreasi yang indah, asri dan nyaman bagi warga Kecamatan Bagelen dan sekitarnya. Di taman itu tersedia berbagai fasilitas umum seperti bangunan toilet berbentuk buah manggis, spot foto dan tempat bersantai lainnya.

Taman Pendowo

Kawasan Taman Bagelen seluas 1.242,7 meter persegi itu bakal jadi salah satu perwujudan dari konsep bording city dan pintu gerbang ekonomi Purworejo di bagian selatan. Taman Bagelen juga bisa jadi seperti buku panduan tentang potensi Kabupaten Purworejo. Di sana ada patung Kambing Kaligesing, Toilet Manggis dan Rumah Duren, tiga ikon yang jadi kebanggaan masyarakat Purworejo.
Keberadaan Taman Bagelen didukung oleh infrastruktur jalan yang memadai. Seperti diketahui, saat ini pemerintah pusat sedang menyelesaikan perbaikan dan pelebaran jalan nasional Bagelen-Pendowo dengan beton bertulang ketinggian 30 – 40 Cm.

Sebelumnya, di segitiga Pendowo, Kecamatan Purwodadi, telah lebih dulu dibangun Taman Pendowo yang dihiasi patung Pendowo Limo. Patung Pendowo terbuat dari bahan GRC (Glass Reinforced Concrete, campuran beton dan serat kaca).

Pembangunan dua taman di jalur pintu gerbang selatan itu makin mempertegas bahwa tekad Bupati Agus Bastian mencanangkan Romansa Purworejo 2020 bukanlah main-main. Agus Bastian terus menerus menunjukkan konsistensinya yang ingin menjadikan tahun terakhir di periode pertama kepemimpinannya (2020) sebagai Tahun Kunjungan Wisata. (Nas)

Tinggalkan Balasan