Wisatawan Jepang Temukan Batu Mirip Kepala Gajah Purba di Dalam Gua Seplawan

KALIGESING, Sebuah batu berbentuk mirip kepala seekor gajah ditemukan oleh wisatawan asal Jepang di dalam Goa Seplawan, Kecamatan Kaligesing, Kamis (27/6) siang. Belum diketahui secara pasti apakah itu adalah batuan atau fosil gajah purba (mammoth). Namun, penemuan tersebut langsung membuat penasaran pengunjung untuk melihat lebih dekat.

Profil mirip kepala gajah itu ditemukan kali pertama oleh Jarot Mahardika (31), warga Negara Indonesia yang menetap di negara Jepang, saat berwisata bersama dua orang temannya dan seorang pemandu wisata warga setempat.

Jarot melihat batu tersebut di dinding goa dengan ketinggian sekitar 3 meter, setelah sebelumnya melakukan konsentrasi beberapa menit di area meditasi, tidak jauh dari tangga turun di mulut goa.

“Saya ke goa ini untuk berwisata. Kebetulan tadi ada urusan bisnis kambing dan kopi dengan Mas Totok di Donorejo,” kata Jarot.

Awalnya Jarot sempat ragu terhadap apa yang dilihatnya. Ia pun memastikan dengan menanyai dua orang temannya, satu bernama AH Lubis yakni warga Indonesia yang telah lama menetap di Jepang dan satu orang warga Negara Indonesia bernama Anshar Sadani Jagid.

“Saya tanya kepada dua teman saya, ternyata mereka juga menyatakan itu mirip gajah,” jelasnya.

“Guide saya yang warga sini saya tanya juga menyatakan mirip gajah,” imbuhnya.

Informasi penemuan tersebut pun cepat menyebar ke telinga warga. Sejumlah media yang mendengar kabar itu langsung mendatangi lokasi.
Pengamatan di lokasi, batu unik mirip kepala gajah tersebut tampak jelas saat dilihat dari sisi kanan dengan adanya bentuk belalai, bekas gading, dan lubang mata . Sementara dari sisi kanan, batu tersebut lebih pipih tanpa ada guratan yang membentuk kepala gajah.

Kaur Keuangan Desa Donorejo, Sorok Didik Baskoro yang ikut datang ke lokasi membenarkan penemuan tersebut.

“Setelah mendapat informasi, saya langsung kesini. Setelah saya cek ternyata benar, ada batu mirip gajah. Memang belum terlihat badannya, tapi belalainya sangat jelas, kemudian ada matanya kalau kita sinar atau lampu,” sebutnya.

Pihaknya tidak berani memastikan apakah temuan tersebut hanya batuan biasa atau fosil gajah purba. Dia berharap, temuan itu dapat segera ditindaklanjuti dengan pengecekan oleh dinas atau instansi terkait.

“Siapa tahu ini memang fosil yang memang umurnya sudah jutaan tahun di dalam Goa Seplawan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Purworejo, Agung Pranoto, saat dikonfirmasi menyebut bahwa bebatuan di dalam goa bisa berbentuk atau mirip apa saja. Namun, terkait penemuan tersebut, pihaknya menyatakan akan segera melakukan pengecekan. (W5)

Tinggalkan Balasan