Dikucuri APBD Rp 9 M, Pantai Jatimalang Akan Tampil dengan Wajah Baru

PURWOREJO, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo berencana mengembangkan wilayah pantai terpadu yang disebut Jogoboyo-Kertajayan.Tahap pertama yang akan digarap yaitu Pantai Jatimalang dengan dana APBD 2018 sebesar Rp 4 miliar.

“Pembangunan tahap pertama meliputi pintu gerbang masuk, lanskap plaza, panggung kesenian, patung Dewa Ruci, dan toilet,”jelas Kepala Dinparbud Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo, AP, dalam jumpa pers, di Ruang Rapat Asisten III Sekda, Kamis (22/3).

Selain itu, kata Agung, pihaknya juga akan menyelesaikan pembangunan 10 tempat kuliner di Pantai Jatimalang yang kini mangkrak. Untuk proyek itu disediakan dana sebesar Rp 600 juta.

“Jumlah bangunannya 10 Kopel untuk 20 pedagang. Sisanya 13 Kopel akan dibangun tahun 2019 bersama proyek lainnya seluruhnya senilai Rp 5 M,”tandasnya.

Menurut Agung, pengembangan wilayah pantai terpadu dilakukan untuk merespon isu besar yang akan dihadapi Purworejo. Yaitu pembangunan bandara internasional Kulonprogo, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur dan Segitiga Emas Destinasi Wisata Bali Baru.

Selain Pantai Jatimalang, lanjut Agung, pengembangan obyek wisata juga akan dilakukan terhadap Goa Seplawan di Kecamatan Kaligesing. Untuk Goa Seplawan dianggarkan sekitar Rp 3,25 miliar.

Pembangunan pengembangan objek wisata Pantai Jatimalang menggunakan anggaran sekitar Rp 4,19 miliiar bersumber dari APBD murni tahun 2018. Sedang objek wisata Goa Seplawan sekitar Rp 3,25 miliar.

Dipaparkan, Kabupaten Purworejo masuk dalam wilayah segitiga emas pengembangan destinasi wisata. Meliputi Yogyakarta, Borobudur dan Dieng. Pengunjung wisata diharapkan transit di Stasiun KA Kutoarjo dan untuk menuju ke bandara harus melewati Purworejo.

“Purworejo jangan sampai tertinggal dengan adanya Bedah Menoreh di kabupaten tetangga dan keberadaan NYIA. Dengan pengembangan destinasi wisata yang ada diharapkan ke depan akan semakin meningkatkan jumlah pengunjung, “ucapnya.

Dijelaskan, bulan April mendatang pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Otorita Borobudur (BOB) antara lain untuk membahas kantor BOB di Loano.

“Ada sekitar 50 hingga100 hektare lahan di Kecamatan Loano masuk wilayah pengembangan KSPN Borobudur. Kami akan dipertemukan dengan Dirut BOB,”kata Kepala Dinparbud. (W5/Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *