Bukit Seribu Besek Dibuka Lagi, Nikmati Keindahannya

PURWOREJO memiliki banyak tempat wisata yang keren dan instagramable, tapi cobalah Bukit Seribu Besek, wisata hutan pinus di Jalan Ngasinan Km 5 Desa Guntur, Kecamatan Bener. Wisata bukit yang dibangun pada September 2018 dan dibuka mulai Mei 2019.

Bersamaan dengan acara pembukaan kembali wisata Bukit Seribu Besek oleh Perum perhutani KPH Kedu Selatan pada Rabu (29/7), Koordinator Pengelola Miftakhu Khafid (24), bercerita awal ide pembangunan objek wisata berasal dari warga setelah adanya proyek Bendungan Bener. 

Warga yang mayoritas petani merasa kehilangan mata pencahariannya sebab lahannya dibangun bendungan. Untuk menambah penghasilan, warga yang dibantu oleh Karang Taruna mulai membangun Bukit Seribu Besek. Modal awal berasal dari kas karang taruna sebesar Rp 3 juta.

Kesepakatan awal nama obyek wisata ini Bukit Flamboyan. Namun berdasarkan niat awal pemberdayaan masyarakat, nama diubah menjadi Bukit Seribu Besek. Alasan bernama Besek sebab daerah Guntur menjadi sentra penghasil besek di Purworejo.

“Kalau seribu itu bukan berarti seribu jumlah beseknya. Tapi itu lambang banyak jumlahnya,” jelas Khafid.

Meskipun spot foto buatan belum banyak, namun kata Khafid nuansa kealamian hutan pinus menjadi lebih favorit bagi pengunjung. Kelak spot foto obyek wisata ini mengarah ke Bendungan Bener, yang menjadi bendungan terbesar se-Asia.

Besek warna warni menghiasi Bukit Seribu Besek

Baru setengah tahun dibuka, pandemi Covid-19 berakibat bukit besek ditutup. Baru akan dibuka lagi besok Kamis (29/7) dengan memperhatikan protokol kesehatan. 

Awalnya setiap pengunjung setelah memarkirkan kendaraan harus cuci tangan lalu membeli tiket masuk seharga Rp 5 ribu. Semua pengunjung diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak.

Khafid mengaku dirinya bersama tim yang berjumlah 25 orang harus memenuhi beberapa persyaratan untuk membuka kembali obyek wisata, diantaranya harus lolos peninjauan oleh Perhutani dan juga surat rekomendasi dari Gugus Covid-19.

Selama lima bulan sejak Maret obyek wisata ditutup karena pandemi, akibatnya pengelola tidak mendapatkan pemasukan sama sekali. Pada hari biasa pengunjung dapat mencapai 100 orang. Di hari libur sekolah bisa menjadi 300 orang.

Sedangkan jika ada event di Bukit Besek pengunjung naik sepuluh kali lipat sebanyak 3.000 orang.
Fasilitas aula di Bukit Seribu Besek dan nantinya akan dibangun panggung diharapkan dapat mendorong penyelenggara even untuk mengadakannya di obyek wisata ini.

Khafid

Selain itu sudah disediakan MCK, tempat ibadah, dan juga warung makan milik warga Guntur. Juga sudah berdiri beberapa wahana seperti sepeda gantung, wahana anak bermain, hiasan foto dari ketinggian.

Pendapatan tiket masuk dibagi 30% untuk Perhutani, 70% bagi pengelola yang dibagi lagi menjadi tiga bagian terdiri atas pedukuhan, karangtaruna, dan insentif dana sosial. Besek dibeli dari warga setempat dan akan diganti setiap terkena hujan.

Khafid berharap agar dengan dibukanya kembali Bukit Seribu Besek dapat menambah jumlah pengunjung setelah keadaan normal terlebih adanya Bendungan Bener, yang awalnya seluas 1,5 hektare kelak dapat terealisasi menjadi tujuh hektare.

Selain itu masyarakat dapat mensupport pengelola obyek wisata, Dnas Pariwisata melakukan pemberdayaan SDM pengelola bukit besek. 

“Instansi-instansi lain juga dapat melakukan perhatian khusus untuk kami,” pungkas Khafid. (Fau/Dia)

Tinggalkan Balasan