Alun-alun Purworejo Ubah Image Kota Pensiunan Jadi Kota Rekreasi Keluarga

SEMPAT jadi sorotan publik gara-gara pekerjaan tidak tuntas, kini Alun-alun Purworejo jadi lokasi favorit untuk rekreasi keluarga, baik warga lokal maupun luar daerah. Hampir tak pernah sepi, tiap hari, siang dan malam, warga berdatangan ke Alun-alun terbesar dan (mungkin) terindah di Jawa Tengah itu. Alun-alun Purworejo seolah telah mengubah image dari Kota Pensiunan jadi Kota Rekreasi Keluarga.

Proyek Penataan Alun-alun Purworejo merupakan salah satu karya besar Bupati H Agus Bastian, SE, MM. Alun-alun Purworejo jadi proyek prestisius dan monumental yang serta merta mengubah wajah kota jadi tidak saja indah tapi juga menggairahkan.

Bahkan kini jadi salah satu ikon Purworejo.

“Saya kaget melihat Alun-alun Purworejo sudah berubah jadi bagus seperti ini. Dua tahun lalu saya ke sini masih seperti alun-alun yang saya lihat puluhan tahun lalu,”kata Sugiyanto (45), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Bejen, Temanggung yang ditemui Sabtu (26/5) siang.
Tempat favorit anak-anak
Tempat favorit anak-anak
Sugiyanto mengaku kagum melihat Alun-alun Purworejo yang bukan saja indah tapi juga dinilai ramah keluarga. Fasilitas yang tersedia lengkap dan bisa dinikmati oleh seluruh keluarga. Ada wahana permainan anak-anak, tempat selfi, tempat istirahat bahkan sarana fitnes, air mancur dan panggung Amphitheater.

Sugiyanto mengaku tidak menyengaja mengunjungi Alun-alun. Ia bersama keluarganya ke Purworejo untuk bersilaturahmi. Tapi setelah melihat perubahan besar Alun-alun Purworejo, ia berharap suatu saat nanti akan datang lagi untuk menikmati keindahan Alun-alun Purworejo.

Ketika proyek senilai Rp 11 miliar itu terhenti akhir tahun lalu, Alun-alun Purworejo memang sempat terlihat kumuh. Trotoar belum seluruhnya terpasang, dan sisa-sisa bekas pekerjaan masih berserakan di sana sini. Saat itu pekerjaan baru selesai sekitar 87 persen.
Tapi Pemkab Purworejo tidak tinggal diam. Bupati dan jajarannya mengambil langkah cepat, berkonsultasi dengan BPK dan lembaga terkait untuk bisa segera merapikan alun-alun agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Ekspektasi masyarakat begitu tinggi terhadap Alun-alun Purworejo. Masyarakat sangat menginginkan Alun-alun segera jadi. Keinginan itu kami tangkap dan kami langsung mengambil langkah,”kata Sekretaris Daerah Purworejo, Said Romadhon beberapa waktu lalu.
Menurut Said Romadhon, langkah yang segera diambil yaitu menyelesaikan trotoar alun-alun dengan mengambil dana pos pemeliharaan trotoar sebesar Rp 194 juta. Sedang untuk merapikan lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dikerahkan untuk membuat taman-taman.
“Target kami Desember 2018 Alun-alun Purworejo sudah rapi,”kata Sekda optimistis.
Kini pembenahan tengah dilakukan. Pekerjaan pemeliharaan trotoar sudah selesai. Beberapa petak trotoar yang semula belum terpaving, kini telah berpaving. Tanaman bunga menghiasi sudut-sudut alun-alun. Rapi dan indah dipandang. (Adv)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *