Agrowisata Kebun Jambu Desa Munggangsari Miliki Prospek Cerah

GRABAG, Agrowisata Kebun Jambu seluas 10 hektare di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag, menarik perhatian Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Ny Fatimah Verena Prihastyari, SE. Awal pekan ini istri Bupati Purworejo Agus Bastian itu membawa pengurus TP PKK mengunjungi sekaligus berwisata di lokasi yang kini jadi ikon desa tersebut.
Kebun jambu di Munggangsari tersebar di hampir seluruh wilayah desa. Hj Fatimah Verena memilih kebun di RT 2 RW 1 untuk dikunjungi. Kebun seluas satu hektare itu ditanami berbagai jenis jambu, antara lain jambu Kristal yang kini sedang populer, jambu Madu Deli dan jambu air lainnya

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan lomba PKK Pokja III terkait Rumah Sehat serta halaman, Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (Hatinya PKK). Dengan menyusuri dan menikmati keindahan kebun jambu, Fatimah menyusuri kebun dengan berjalan kaki, didampingi Camat Grabag Ahmad Zaenudin, S.Sos, Ketua TP PKK Grabag Dra Dede Yeni Iswantini, Kepala Desa Munggangsari Pujiyanto, dan Ketua TP PKK desa Widarti.

Fatimah menyatakan kagum dengan budidaya jambu yang berada di Desa Munggangsari. Selain indah dipandang, pengunjung juga juga bisa memetik buah langsung dari pohon. Lokasinya juga strategis karena dekat dengan Jalan Daendels.

“Ini menjadi alternatif wisata yang menarik, karena di Purworejo baru ada satu,” ujarnya.
Menurut Fatimah, agrowisata ini bisa menjadi kebanggaan desa dan masyarakat merasa memiliki untuk ikut mensukseskan program usaha desa yang bekerjasama dengan masyarakat.

Pengelolaan kebun, kata Fatimah, juga masuk kriteria penilaian, karena pemanfaatan halaman dan pekarangan menjadi prioritas. Mengingat masih banyak lahan kosong di desa-desa juga halaman rumah yang belum dimanfaatkan dengan maksimal.

“Harapan saya dengan terus melakukan kunjungan ke desa, akan ada dampak positif terutama menggugah semangat masyarakat dalam memanfaatkan lahan kosong, untuk menambah inkam,” harapnya.

Kepala Desa Pujiyanto menjelaskan, Kebun Jambu Kristal, memang diakui menjadi andalannya dan terus dilakukan perbaikan baik sarana prasarana maupun sistem pengelolaan. Rencananya agrowisata Kebun Jambu dan Rest Area yang sekaligus dipadukan dengan minimarket akan masuk program Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
“Meskipun sekarang Kebun Jambu dan Rest Area sudah banyak yang mengunjungi, namun secara resminya akan dibuka pada Januari 2020 mendatang sekaligus peresmian minimarket Bumdes,”jelasnya.

Pihaknya akan melibatkan PKK dasa wisma untuk mengisi kuliner lokal yang disediakan di lapak-lapak Rest Area. Termasuk pengolahan makanan tardisional seperti grubi jambu, pelas yingking, manisan jambu kristal, dan aneka olahan berbahan baku singkong, pepaya, terong, dll.

“Pengunjung bisa memanen buah dan cabe sesuai selera dengan harga yang terjangkau,” kata Pujiyanto.
Kata Pujiyanto, jambu kristal Mungganggsari jadi buruan warga desa sekitar bahkan ada yang datang dari Yogyakarta.
“Kami juga bekerjasama dalam paket wisata dengan Desa Ketawang, kalau ada kunjungan wisata sekaligus diarahkan pada kunjungan agrowisata jambu kristal Munggangsari,” ujarnya. (A)

Tinggalkan Balasan