7.500 Panggang Ayam Hiasi Ritual Merti Desa di Gunung Condong

BRUNO, Masyarakat Desa Gunung Condong, Kecamatan Bruno, menggelar tradisi merti desa, Senin (13/8). Berbeda dengan kegiatan serupa di tempat lain, di desa itu tradisi merti desa menyajikan 7.500 ayam panggang yang dibagikan kepada warga dan pengunjung.
“Tradisi ini merupakan agenda 3 tahunan yang sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak jaman dulu. Ritual itu kini menjadi destinasi wisata di Purworejo,”kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo.
Menurut Agung, tradisi tinggalan leluhur itu harus di uri-uri ini karena megandung pesan moral akan rasa syukur dan kepedulian untuk selalu berbagi.
“Di sini warga desa yang bertetangga saling mengundang dan memberikan hasil bumi juga ayam pangang tersebut,”jelasnya.
Dalam merti desa tahun ini warga membuat sebanyak 47 buah ambeng atau ancak, tempat penyajian ratusan ayam panggang. Tiap dukuh mengirim ambeng yang dihias dengan aneka hasil bumi desa.
Acara merti desa diawali dengan ritual yang dilakukan oleh para sesepuh desa, yaitu ziarah ke beberapa punden atau makam leluhur yang selama ini jadi simbol pusat spiritual masyarakat setempat.
Warga dari desa tetangga yang diundang melakukan antrean dengan kupon di tangan. Mereka rela antri berlama-lama untuk mendapatkan ayam panggang. Mereka pulang membawa kandi berisi dua potong ayam panggang dan sayur mayur serta buah-buahan. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *