Wabup Bangga di Masa Pandemi BPR BKK Purworejo Masuk Kategori Bank Sehat

PURWOREJO, Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti, SH mengaku bangga dengan PT BPR BKK yang semakin menunjukkan kemajuan dengan masuk kategori sebagai Bank Sehat dan tetap eksis di masa pandemi covid-19. Hal itu ditandai dengan peningkatan kepercayaan masyarakat. 

“Tentu dalam masa pandemi covid-19, BPR BKK harus pandai-pandai mencari terobosan agar terus bisa berkembang dengan baik,” kata Wabup pada penarikan undian di Hotel Sanjaya Inn Purworejo, Kamis (1712).

Wabup didampingi Direktur Utama PT BPR BKK Purworejo Heru Sudibyo BPA SE MM, Kabag Perekonomian Dra Titik Mintarsih MPd, Perwakilan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah, dan sejumlah pejabat terkait.

Menurut Wabup, keberadaan PT BPR BKK Purworejo untuk turut serta menyejahterakan masyarakat melalui program-programnya. Disamping ada keuntungan, namun juga harus seimbang dengan upaya-upaya mengentaskan kemiskinan dengan kemudahan pinjaman bagi pengusaha kecil. Termasuk adanya program CSR yang dari keuntungan BPR BKK dikucurkan untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di wilayah Kabupaten Purworejo. 

Yuli Hastuti mengundi hadiah utama

“Saya berharap BPR BKK dapat meningkatkan jalinan yang baik dengan nasabah. Salah satunya seperti program rutin undiah hadiah seperti ini. Tentunya nasabah juga berharap semakin meningkat jumlah hadiah, dan akan semakin semangat dalam menabung,” tutur Wabup.

Sementara itu Direktur Utama Heru Sudibyo menjelaskan, dalam upaya melindungi penabung, BPR BKK Purworejo telah dijamin LPS dan diawasi OJK. Seperti yang tercantum dalam POJK nomor 1/POJK/2017/2013 tentang perlindungan konsumen di sejtor jasa keuangan. 

“Alhamdulilah jumlah penabung mengalami peningkatan hingga mencapai 15.308 penabung per Oktober tahun ini. Kami memastikan simpanan tabungan di BPR BKK ini dijamin keamanannya hingga nominal Rp 2 miliar,” jelas Heru.

Dikatakan, dalam masa pandemi covid-19 ini, sesuai kebijakan pemerintah PT BPR BKK Purworejo juga melakukan relaksasi kredit jumlahnya cukup sikigikan karena kebanyakan yang terdampak covid-19 para pengelola UMKM. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *