Empat Isu Strategis Harus Terakomodasi dalam Perubahan Perda RTRW

PURWOREJO, Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Perda Nomer 6 Tahun 2005 tentang Rencana Umum Tata Ruang Wilayah (RTRW) harus dilakukan dengan hati-hati, cermat dan sinergis dengan Pemerintah Pusat maupun Provinsi. Pasalnya, Perda RTRW akan jadi induk perencanaan pembangunan daerah dalam jangka panjang.

Pernyataan itu dikemukakan oleh Ketua Pansus Raperda RTRW, Prabowo, SH, ketika dihubungi Purworejo News, di Gedung Dewa, Kamis (22/2). Prabowo didampingi anggota Pansus, Purwadi Herrjanto, ST.

Kedua anggota DPRD Purworejo itu diminta pendapatnya usai melakukan asistensi di Kementerian Agraria Tata Ruang/ BPN dan Badan Informasi Geospasial Bogor terkait Raperda RTRW dan Peta pertengahan Februari lalu.

Prabowo menjelaskan, salah satu perubahan yang harus dilakukan yaitu terkait 4 isu strategis yang ada sesuai dengan PP Nomor 13/2017. Keempat isu strategis itu ialah Bandara NYIA, Waduk Bener, Kawasan Strategis Nasional Borobudur (KSNB) dan Jalal Tol Jogja-Cilacap.

“Pemkab Purworejo harus mengakomodasi keempat isu strategis itu di Raperda RTRW,”tandas Prabowo.

Diungkapkan, proyek KSNB nantinya akan melibatkan Purworejo karena ada sekitar 50 hektare lahan di wilayah Bener terkena proyek tersebut. Juga proyek Jalan Tol Jogja-Cilacap diperkirakan akan melewati beberapa wilayah Batam dan Butuh.

Sementara itu Purwadi Herrjanto menambahkan, Raperda RTRW juga harus disinkronkan di Peta Rencana. Saat ini Peta Tematik yang akan digunakan masih dalam penyempurnaan di Badan Informasi Geospasial

“Dalam pembuatan peta tematik, digunakan citra satelit resolusi tinggi, sehingga hasilnya sangat akurat,”kata politisi PKB itu.

Menurut Purwadi, pihaknya mengakui, eksekutif telah melakukan kerja keras dalam menyusun Raperda RTRW. Selain itu, penyusunan naskah akademiknya juga melibatkan pihak ketiga yang ahli di bidangnya. (Adv)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *