Atasi Membludaknya Pasien, Ketua DPRD Usulkan RSUD Bangun “Rumah Sakit Tanpa Kelas”

PURWOREJO, Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Luhur Pambudi, ST, MM mengusulkan, untuk mengatasi membludaknya pasien, RSUD Tjitrowardojo agar membuka cabang rumah sakit baru tanpa kelas yang pembinaannya di bawah RSUD.

Usulan itu dilontarkan Luhur Pambudi menanggapi pernyataan Direktur RSUD Dr Tjitrowardojo, drg Gustanul Arifin, M.Kes bahwa pasien di RSUD membludak sehingga banyak yang tak tertampung. Pernyataan Gustanul disampaikan pada Forum Perangkat Daerah RSUD Dr Tjitrowardojo di Auditorium Lantai II RSUD, Selasa (20/2) lalu.

Menurut Luhur, selain membuka cabang tanpa kelas, Puskesmas juga bisa dimaksimalkan untuk dapat melayani rawat inap. Saat ini yang melayani rawat inap baru ada 10 Puskesmas.

“Tentunya perlu ditingkatkan. Paling tidak ada 16 Puskesmas yang bisa mencakup 16 kecamatan,” harapnya.

Dikatakan, ada tiga hal yang harus diperhatikan RSUD Dr Tjitrowardojo dan Dinas Kesehatan, yakni menekan angka kematian ibu (AKI), meningkatkan angka kelahiran hidup bayi (AKB), dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Tentu ini menjadi sangat penting untuk diutamakan selain tugas pelayanan kesehatan yang lain,”tegas Luhur Pambudi.

Masalah membludaknya pasien di RSUD Dr Tjitrowardojo juga ditanggapi Bupati Purworejo, Agus Bastian, SE, MM. Bupati mengatakan, Pemkab Purworejo berencana membangun RS Tipe C untuk mengantisipasi membludaknya pasien rawat inap di RSUD Dr Tjitrowardojo.

“Rencana pembangunannya di kawasan Boro yang akan menggunakan APBD Kabupaten Purworejo. Itu sekaligus untuk menghadapi beroperasi New Yogyakarta International Airport di Kulonprogo,”tegas Bupati.

Dijelaskan, nantinya RS Tipe C bisa belajar dari RSUD yang sudah bagus pelayanannya. Bahkan pasiennya juga banyak yang dari kabupaten sekitar.

Oleh karena itu lanjut Bupati, pelayanan RSUD agar terus ditingkatkan termasuk memiliki peralatan sendiri, tidak harus bekerjasama dengan pihak ketiga.

“Saya tidak ingin RSUD yang sudah berbentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini menjadi sapi perahan, tapi menjadi RSUD yang mengutamakan pelayanan yang baik. (Adv)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *