Toto Wibawa: Berawal dari Tenaga TU, Kini Sukses Nakhodai SMK YPT

SEKOLAH kejuruan teknik saat ini masih menjadi primadona bagi siswa yang ingin langsung bekerja setelah lulus. Sekolah ketrampilan khusus di bidang teknik yang masuk rumpun SMK di Purworejo memang jumlahnya
mencapai puluhan. Namun hanya beberapa SMK yang dinilai mapan. Salah satunya yakni SMK Yayasan Pendidikan Teknologi (YPT).

Sekolah yang terletak di Jalan Brigjen Katamso atau Jalan Jogja ini sejak lima tahun lalu menyandang predikat “A” atau sangat baik. Tak hanya itu. SMK YPT kini menjadi sekolah rujukan atau semacam pilot project bagi SMK lain di Purworejo.

Upaya SMK YPT menjadi sekolah yang diperhitungkan di level lokal maupun regional itu, tak lepas dari peran kepala sekolah sebagai pemimpin tertinggi di sekolah.

Dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, SMK YPT dipimpin oleh Toto Wibawa, S.Pd, M.Pd. Pria yang lahir tanggal 16 November 1963 itu termasuk salah seorang kepala sekolah yang “awet” memimpin SMK YPT sejak tahun 2005 hingga kini.

Toto mengawali karir di SMK YPT sebagai pegawai tata usaha (TU) tahun 1983. Selanjutnya Toto diangkat menjadi guru Bimbingan Konseling (BK). Dalam beberapa periode Toto selalu mendampingi kepala sekolah saat pemilihan KS. Tak dinyana, nasib baik mengantarkannya menjadi Kepala SMK YPT dari tahun 2005 hingga kini.

Toto Wibawa saat menerima kunjungan Yayasan Toyota Astra

Pengalamannya sebagai guru BK menjadikan Toto paham akan psikologis guru dan siswa. Untuk itu dalam bertindak, bapak tiga putra itu selalu mengedepankan pendekatan personal, termasuk dalam hal bina lingkungan.

Toto menuturkan pengalamannya selama lebih dari 30 tahun menjadi warga SMK YPT. Baginya, SMK YPT sudah menjadi second home (rumah kedua).

“Bahkan saya sudah kenal dengan ‘penghuni’ sekolah ini,” ujar Toto berkelakar. Para ‘penghuni’ itu, kata Toto, berada di beberapa sudut sekolah. “Tapi mereka tidak mengganggu,” katanya.

Saking akrabnya dengan lingkungan sekitar sekolah, dalam beberapa kegiatan dirinya sering diundang menghadiri acara-acara hajatan.

“Alhamdulillah, lingkungan sekolah juga selalu aman karena hubungan yang baik dengan warga masyarakat sekitar,” tutur Toto.

Keluarga besar SMK YPT

Pria yang hobi olah raga tenis ini berujar, salah satu kunci sukses yakni disiplin. Untuk itu, ia menerapkan budaya tertib. Setiap pagi bapak ibu guru secara bergantian dijadwal datang lebih awal untuk menyapa anak-anak sekaligus memberi perhatian apabila ada yang memakai atribut tidak sesuai ketentuan. Disamping itu, setiap pukul 06.45 semua guru wajib apel pagi sebelum proses KBM.

Bagi siswa, disiplin diterapkan melalui kegiatan wajib Pramuka Saka Wira Kartika dimana Kodim 0708 sebagai pendamping dengan melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan disiplin.

Untuk mempererat silaturahmi keluarga besar SMK YPT,
setiap Jumat pagi Toto menerapkan kegiatan jalan sehat. Hal itu juga dilakukan untuk menjaga kebugaran serta mengenalkan lingkungan kepada para siswa.

Toto juga menanamkan religiulitas bagi warga SMK YPT. Setiap Jumat minggu pertama, guru dan karyawan melakukan mujahadah bersama untuk saling menguatkan dan mendoakan keselamatan serta kemudahan dalam beraktivitas.

Bagi Toto yang menyukai jalan-jalan ke luar negeri bersama istri tercinta, ia nyaris tidak pernah mengalami masa sulit selama menahkodai SMK maskulin ini. Karena semuanya dilakukan dengan enjoy sehingga ia merasa tidak ada kendala yang berarti. Termasuk dalam menghadapi segala tingkah polah siswa yang sebagian besar laki-laki.

Toto Wibawa saat memberi penjelasan kepada tim YTA

Ia juga selalu menanamkan jiwa sosial dalam diri siswa. Hal itu diterapkan antara lain saat kegiatan kemah bakti Pramuka. Baginya, kemah bakti harus mengutamakan kegiatan yang membawa manfaat secara langsung bagi masyarakat di sekitar lokasi perkemahan. Untuk itu pihaknya terlebih dahulu mensurvei kebutuhan masyarakat sekitar.

Misalnya, saat mengikuti kemah bakti di daerah Piji, Kecamatan Bagelen, peserta ikut menanam pipa dan tandon air sehingga cepat selesai. Pun ketika kemah bakti di Kaligesing, siswa ikut mengecor rabat beton. Selain itu dana konsumsi dikelola masyarakat sehingga bermanfaat bagi banyak pihak.

Tentang pengalaman berbagi dengan warga, Toto mengisahkan, suatu ketika dia meminta siswa untuk mengumpulkan 200 paket sembako yang rencananya akan dibagikan sendiri oleh siswa dengan cara mendatangi rumah warga di Kelurahan Cangkrep. Tapi ternyata kepala desa yang mengetahui ada rencana pembagian paket sembako, malah mengumpulkan warganya di balai desa.

“Akhirnya meskipun tidak sesuai rencana, 200 paket sembako dibagikan
kepada warga yang sudah berkumpul di balai desa,” kenang Toto.

Di balik kesuksesan yang telah diraih, Toto berharap agar status akreditasi “A” dapat terus dipertahankan. Karena syaratnya yakni memiliki sarpras yang lengkap, guru minimal 20% harus S2, dari tahun ke tahun selalu ada kelas yang menampung siswa sesuai jumlah rombel. Disamping juga prestasi akademik dan non akademik.

Toto berharap lulusan SMK YPT banyak terserap di dunia industri dan bisa membuka lapangan kerja sendiri. Selain juga selalu dipercaya oleh masyarakat sebagai sekolah yang berkualitas serta mampu mendidik siswanya memiliki karakter yang kuat untuk menapaki masa depan seperti yang diharapkan. (Yudia Setiandini)

Tinggalkan Balasan