Tarmiyah Temu Bertekad Pimpin SMPN 3 Jadi Sekolah Sang Juara

KUTOARJO, Sebanyak 11 dari 43 SMPN yang ada di Purworejo dinakhodai oleh seorang wanita. SMPN 3 Purworejo (Spenaga) adalah salah satunya. Sekolah yang kini telah berusia 70 tahun itu kini dipimpin oleh Tarmiyah Temu, S.Pd, M.Pd sejak tahun 2019.

Meski baru setahun menjadi Kepala Spenaga, pengalaman Tarmiyah sebagai pahlawan tanpa tanda jasa tidak diragukan lagi. Wanita yang dikenal supel dan murah senyum itu telah mengabdikan diri sebagai guru sejak dirinya berusia 22 tahun atau tepatnya 34 tahun lalu.

Waktu itu, di tahun 1986, Tarmiyah memulai kariernya sebagai guru di SMPN 6 Purworejo, yang sekarang menjadi SMPN 26 Purworejo. Berselang empat tahun kemudian, pada tahun 1990 Tarmiyah berpindah ke SMPN Bayan 1 Purworejo yang sekarang menjadi SMPN 23 Purworejo.

Karier Tarmiyah sebagai kepala sekolah diawali di tahun 2015 saat dirinya diangkat menjadi KS di SMPN 30 Purworejo. Di sekolah yang terletak di Kecamatan Ngombol itulah, ibu dari tiga anak itu menempa diri menjadi seorang pemimpin. Di tempat itu Tarmiyah serasa berada di kawah candradimuka, karena di sana dirinya benar-benar ditempa menjadi pemimpin dengan berbagai cobaan yang dihadapinya dengan tegar.

Filosofi itulah yang dipegang Tarmiyah hingga kemudian dirinya dipercaya memimpin sekolah berikutnya yakni SMPN 18 pada tahun 2018. Pada tahun berikutnya tepatnya tanggal 2 Oktober 2019 Tarmiyah dipercaya menjadi kepala di Spenaga, salah satu sekolah yang menjadi unggulan dan kebanggaan di Kabupaten Purworejo karena prestasi siswa dan gurunya dari waktu ke waktu.

Tarmiyah merupakan KS ke-18 di sekolah yang berdiri sejak tanggal 1 Maret tahun 1950 itu. Wanita yang lahir pada tanggal 10 Oktober 1964 itu bertutur bahwa dirinya asli Purworejo.

Para guru “Ter” pilihan siswa dalam peringatan Hari Guru Nasional

Menghabiskan masa kecil di Tegalsari, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Tarmiyah menempuh pendidikan di SD hingga jenjang pendidikan atas di Purworejo. Tarmiyah yang mengaku tidak punya hobi khusus itu ternyata merupakan murid yang pintar sehingga selalu mendapatkan beasiswa.

“Waktu SMP maupun di SMEA dulu Alhamdulillah saya selalu peringkat pertama di kelas. Malah selama tiga tahun di SMEA hanya semester pertama saja membayar sekolah. Semester berikutnya gratis karena mendapat bea siswa,” kenangnya.
Tarmiyah merupakan alumni SMEA Penabur tahun 1983 jurusan Tata Buku.

Berkat prestasinya itu, lanjut Tarmiyah, beberapa tahun lalu dirinya masih dikenal saat bertemu dengan guru SMPnya, Drs Mangkutrisno. “Waktu bertemu, beliau masih mengingat dan bahkan menyebut nama saya dengan jelas karena saya merupakan siswa berprestasi”.

Tidak disangka, pada saat di SMEA Tarmiyah kembali bertemu dengan Drs Mangkutrisno yang menjabat sebagai pengurus yayasan dan menyerahkan piagam beasiswa saat itu. “Itu menjadi kesan tersendiri bagi saya bahwa saya masih dikenang sebagai siswa yang baik,” kata Tarmiyah lirih.

Selepas SMEA, Tarmiyah melanjutkan jenjang pendidikan D2 dan D3 di IKIP Negeri Semarang Program Studi Bahasa Indonesia. Berikutnya Tarmiyah melanjutkan jenjang S1 di Universitas Sarjana Wiyata Yogyakarta. Terakhir, jenjang S2 di Universitas Muhamadiyah Surakarta tahun 2017.

Istri dari Tri Heru Wasono yang kini menetap di Tegalsari RT 4, RW 2, Kelurahan Purworejo itu merupakan ibu dari Ria Puspitasari, Prawatya Diptya Pramudita, dan Abimantrana Drawina Prasida. Tarmiyah yang kini memiliki tiga cucu itu menjalani hidup dengan tanpa beban.

Kegiatan ekstrakurikuler sepakbola

Dirinya aktif melibatkan diri ke dalam beberapa organisasi. Diantaranya sebagai Pengurus PGRI Kabupaten Purworejo Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Tentang Spenaga, Tarmiyah mengungkapkan, “Sekolah yang berlokasi di Jalan Mardihusodo nomor 3 Kutoarjo ini memiliki 21 kelas dengan jumlah siswa 672 orang, 37 guru dan 15 karyawan. Secara umum sekolah ini memiliki fasilitas yang lengkap, hanya perlu perawatan yang serius karena faktor usia.”

Selain itu, kata Tarmiyah, ada 24 macam ektra kulikuler yang bisa dipilih siswa untuk mengembangkan bakat minatnya. Ke-24 ekskul itu yakni Pramuka, Bahasa Inggris, komputer, jurnalistik, Marchingband. Juga TUB/PBB, PMR, karawitan, Macapat/geguritan, seni musik, lukis, desain grafis.

Ekskul lainnya yakni sepak bola, voli, basket, catur, tenis meja. Ada juga MTQ, dai, hadroh, kaligrafi, perfilman, seni tari, LCC, dan sains club’ yang merupakan ekskul terbaru. Berbagai prestasi berhasil diraih siswa dari kegiatan ekskul tersebut.

Paling menonjol, ujar Tarmiyah, yakni prestasi di bidang MTQ, kaligrafi, Hadroh, dai, dan pidato. “Spenaga selalu menjadi
langganan juara lomba baik dalam event Festival Anak Soleh (FASI), Mata Pelajaran dan Seni Islam (MAPSI), Pendidikan Gama Ilsma (PAI), juga Olimpiade Sains Agama Islam (OSAI) di tingkat kabupaten dan provinsi,” ucap Tarmiyah bangga.

Pada ajang Bulan Bahasa di MAN 1 Kebumen lalu, SMPN 3 Purworejo juga turut menyumbangkan juara 1. Disamping juga menjadi juara 1 Kategori SMP pada Festival Film Saelaras Purworejo.

Kegiatan ekstrakurikuler bola basket

Para guru pun turut menyumbangkan prestasi. Tercatat beberapa guru Spenaga menjadi guru berprestasi tidak hanya di tingkat kabupaten tapi juga di tingkat provinsi. Seperti Juniati, M.Pd.Si yang pernah menjadi Juara 1 Guru Berprestasi tingkat provinsi Jawa Tengah.

Di tingkat kabupaten, ada guru SMPN 3 yakni Susilaningsih, S.Si.M.Eng yang pernah menjadi Juara 2 Guru Berprestasi tingkat kabupaten tahun 2018 dan Siti Halimatus Safiyah, M.Pd.I Juara 2 Guru Berprestasi tingkat kabupaten tahun 2019.

Dengan berbagai aset yang dimiliki baik sarpras dan SDM Tarmiyah bertekad menegakkan slogan sekolah yakni “Spenaga, Sekolah Sang Juara”. Wanita 56 tahun itu mengaku menjalankan tugas sesuai tupoksinya. “Mengalir saja,” ucapnya santai.

Tapi di balik itu, ternyata Tarmiyah bertekad untuk menyamai kedudukan SMP 2 secara umum di tahun ini. Untuk itu Tarmiyah
berusaha membawa sekolah ke arah lebih dari yang sudah dicapai sebelumnya, baik di bidang akademik maupun non akademik.

“Dengan melihat potensi siswanya, saya optimis Spenaga bisa maju. Saya juga mendorong para guru untuk mewujudkan semuanya dengan mengesampingkan ego masing-masing,” ujar Tarmiyah dengan senyum khasnya.

Masih dengan nada santai, tentang sekolah dan dirinya Tarmiyah berprinsip, “Ndak usah terlalu dipikirkan, tapi tetap dikerjakan. Biar orang lain yang menilai. Semua sudah pada porsinya sendiri-sendiri”. (Yudia Setiandini)

2 comments

Tinggalkan Balasan