Ratri Kusumawardani Memproduksi Peyek Lombok Hingga Capai Omset Rp 100 Juta

KEMIRI, Berawal dari coba-coba, Ratri Kusumawardani (32) warga Dukuh Kauman RT 01 RW 01 Desa Kemiri Lor, Kecamatan Kemiri, berhasil membuat olahan makanan dari bahan dasar lombok (cabe) dengan omset puluhan juta rupiah per bulan.

Di tangan Ratri, lombok dijadikan peyek sebagai cemilan yang gurih dan enak serta mempunyai rasa pedas yang khas. Sehingga di setiap bagian peyeknya mampu memunculkan cita rasa yang huah, tapi gurih.

Ditemui di rumahnya, Ratri menuturkan dirinya memulai usaha peyek lombok tersebut sejak tahun 2013. Ide itu muncul bermula dari niat berbisnis dengan omset sekitar Rp 100 ribu – Rp 200 ribu tiap bulan. Namun tidak disangka setelah tiga tahun merintis, akhirnya usahanya mampu menembus omset hingga Rp 15 juta rupiah per bulan.

“Mulanya hanya sedikit peminatnya, namun setelah tiga tahun berjalan, menjelang lebaran saya mulai kebanjiran order hingga saat itu omsetnya mencapai Rp 15 juta per bulan,” kata Ratri Rabu (2/1).

Lanjut Ratri, usahanya semakin berkembang saat ada pendampingan dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Purworejo dengan menawarkan produksi secara kontinyu setiap bulan.

“Saya merasa tertantang saat ditawari dijadikan omset bulanan, karena ada motivasi untuk mengembangkan usaha makanya saya terima,” kata Ratri.

Hingga kini produk cemilan yang diberi merk Berkah Lombok milik Ratri Kusumawardani sudah berkembang pesat dan sudah mampu mempekerjakan 20 karyawan. Omsetnya kini sudah mencapai Rp 45 juta per bulan.

“Alhamdulilah lebaran kemarin omset penjualan hampir mencapai Rp 100 juta dan per bulannya mampu menjual 1,5 ton peyek,” ucap Ratri.

Menurut Ratri, pemasaran peyek lombok miliknya juga sudah menjangkau pasar luar Jawa bahkan mancanegara. Seperti Sulawesi, Lombok dan sebagian ada yang membawa sebagai oleh-oleh ke luar negeri seperti Jerman dan Malaysia.

“Selain kami pasarkan di beberapa toko, kami juga gencar melakukan promosi terutama lewat media sosial seperti Facebook dan Instagram. Selain itu kami jamin tanpa menggunakan bahan pengawet,” ujarnya.

Disebutkan, Peyek Lombok kemasan ukuran 500 gram dijual dengan harga Rp 38 ribu, 250 gram seharga Rp 22 ribu, kemasan pouch 100 gram seharga Rp 12 ribu. Selain itu juga ada kemasan ekonomis 50 gram seharga Rp 4 ribu.

Selain peyek lombok juga ada variasi peyek lain seperti peyek rebon, kedelai hitam, kacang hijau dan bayam dengan harga yang sama.

“Saya juga sedang mengembangkan produk terbaru yaitu peyek LoTe (Lombok Pete) dan saat ini baru diproduksi sesuai pesanan pelanggan,”kata Ratri. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *