PDAM Tirta Perwitasari Berhasil Jadi Finalis di Ajang Top BUMD 2019

PURWOREJO, PDAM Tirta Perwitasari Purworejo jadi finalis dalam ajang penghargaan TOP BUMD 2019 yang diprakarsai oleh majalah Top Businessman bekerjasama dengan sejumlah lembaga penilai dan konsultan independen, antara lain Asia Business Research Center, Sinergi Daya Prima, Melani K. Harriman Associates, dan lainnya.

Mengusung tema BUMD Membangun Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan, peserta TOP BUMD 2019 disaring dari lebih 1.900-an BUMD di seluruh Indonesia. Setelah dilakukan seleksi administrasi dan survei hingga menjadi 200 BUMD Finalis. Dari Finalis tersebut, salah satunya PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo.

Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Hermawan Wahyu Utomo, ST menuturkan, ada empat aspek dalam penilaian tersebut, yakni keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber daya manusia.

Dijelaskan, efisiensi proses produksi, penambahan jumlah pelanggan, dan upaya keras menekan tingkat kebocoran air atau Non Revenue Water (NRW), berdampak signifikan terhadap capaian kinerja usaha PDAM Tirta Perwitasari.

Selama empat tahun terakhir, PDAM Tirta Perwitasari Purworejo konsisten memperoleh predikat kinerja “Sehat”, bahkan bisa mengalami lompatan bisnis dengan perolehan laba dan kontribusi bagi PAD yang juga terus meningkat .

“Semula pendapatan maupun laba yang diperoleh dari tahun 2013 sampai dengan 2015 selalu berbanding lurus dengan besaran biaya operasi, sehingga nilai indikator Return of Equity (ROE) dan rasio operasi dari tahun 2013 sampai dengan 2015 cenderung tetap,”kata Hermawan, Jumat (5/4).

Lanjut Hermawan, permasalahan yang dihadapi dalam upaya meningkatan indikator rasio ROE dan indikator rasio operasi di PDAM Tirta Perwitasari ketika itu adalah sulitnya meningkatkan pendapatan karena peningkatan pelanggan kecil.

Hal ini juga dikarenakan kesulitan meningkatkan produksi sumber air baku, tarif air yang belum memadai, budaya kerja yang kurang optimal, serta tingkat NRW yang tinggi di atas 30%.

“Alhamdulillah sejak saya masuk dan dipercaya menangani PDAM Tirta Perwitasari tahun 2015, permasalahan tersebut langsung saya jadikan prioritas untuk dibenahi. Dari sisi SDM, saya bangun budaya kerja dengan disiplin tinggi, kemudian kebocoran atau kehinggan air terus ditekan dengan melakukan pengawasan rutin dan berkala pada jaringan pipa distribusi. Air yang terselamatkan bisa dialihkan menambah pelanggan baru. Dalam setahun, bisa ditekan di bawah 30% dan terus kita perbaiki sampai saat ini,”tutur Hermawan.

Hermawan juga mengungkapkan keberhasilan yang cukup membanggakan perusahaan selama tiga tahun terakhir. Di antaranya peningkatan SDM dan budaya disiplin kerja, pelayanan pelanggan, keberhasilan menekan tingkat NRW, serta keuangan hingga bisa memberikan kontribusi bagi PAD Kabupaten Purworejo, selaku pemegang saham.

“Tahun lalu, dari target sebesar Rp 1,4 miliar, justru kontribusi PAD dari kami bisa terealisasi lebih tinggi hingga Rp 1,7 miliar,” ujarnya.

Hermawan mengaku bersyukur kerja keras tim yang dibangun selama ini mampu meningkatkan kinerja. Apalagi, peningkatan prestasi juga diikuti dengan melonjaknya profit.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada panita dan dewan Juri yang telah memilih kami sebagai salah peserta dia ajang rating perusahaan-perusahaan BUMD ini. Selama penjurian berlangsung banyak manfaat dan masukan yang kami dapat untuk kemajuan perusahaan ke depan,” tutup Hermawan Wahyu Utomo. (W5)

Tinggalkan Balasan