Hermawan Wahyu Utomo Dilantik Lagi Jadi Direktur PDAM Tirta Perwitasari

HARI INI, Jumat 27 September 2019 Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM melantik Hermawan Wahyu Utomo, ST, M.Si sebagai Direktur PDAM Tirta Perwitasari untuk periode 2019-2024. Ini merupakan pelantikan periode kedua bagi lelaki kelahiran Purworejo 19 Juni 1971 itu, setelah berhasil melakukan tugasnya menakhodai PDAM pada periode pertama (2015-2019).

Hermawan adalah direktur PDAM Tirta Perwitasari pertama yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), perguruan tinggi ternama di Indonesia. Alumnus SMA Negeri 1 Purworejo tahun 1990 itu memiliki kapasitas yang memadati untuk mengembangkan perusahaan sebesar PDAM Tirta Perwitasari.
Sarjana Teknik Geologi ITB itu mampu menjawab kekhawatiran sebagian orang tatkala dia masuk nominasi calon direktur pada saat rekrutmen tahun 2015. Saat itu ada orang yang meragukan kemampuan Hermawan, karena pada saat mendaftar dia sedang menjabat kepala desa di Desa Banjarsari, Kecamatan Purwodadi.

“Ya, dulu memang saya sempat mendengar ada orang yang meragukan saya. Tetapi saya anggap wajar karena orang hanya tahu saya sebagai kepala desa,”ungkap ayah dari empat putera itu saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/9).

Hermawan lalu bercerita flashback ke masa lalu di saat dia harus berjuang menyelesaikan studinya di Bandung tahun 1990an. Sebagai anak bungsu dari 6 bersaudara, Hermawan menyadari keterbatasan kemampuan orang tuanya dalam membiayai putra-putrinya.

“Saya berjuang sekuat tenaga agar bisa membiayai kuliah sendiri. Lalu sambil kuliah saya aktif di lembaga pengkajian ITB, yang menggarap proyek-proyek pertambangan di luar Jawa. Alhamdulillah saya juga dapat beasiswa dari PT Gudang Garam,”katanya.
Singkat cerita, Hermawan lulus dari ITB tahun 1997 dan langsung bekerja sebagai konsultan di perusahaan pertambangan di Kalimantan. Dua tahun kemudian Hermawan menikahi Ratna Dewi, gadis Tegal yang mendampinginya hingga sekarang.
Tiga tahun bekerja di Kalimantan, tahun 2000 Hermawan mendapat kepercayaan dari Pemkab Tanah Laut, Kalimantan Selatan sebagai direktur operasional Perusahaan Daerah Tuntung Pandang. Lalu dari 2003 hingga 2007 jadi direktur operasional PDAU Baratala, masih di Kabupaten Tanah Laut.

Setelah masa jabatannya habis tahun 2007, Hermawan mendirikan lembaga konsultan di bidang pertambangan hingga 2010. Pada saat itulah Hermawan diminta kembali ke Desa Banjarsari untuk ikut kontestasi pemilihan kepala desa. Dan Hermawan berhasil memenangkan kontestasi itu.
Lima tahun jadi kepala desa, tahun 2015 ada rekrutmen calon direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo. Berbekal pengalamannya memimpin perusahaan di Kalimantan, Hermawan pun mencoba peruntungan dan mendaftar. Dan benar, Hermawan pun akhirnya terpilih.

Pada saat Hermawan masuk ke PDAM Tirta Perwitasari, jumlah deviden yang disetor ke kas Pemda baru Rp 560 juta. Dan empat tahun kemudian, 2019, meningkat sekitar 300% jadi Rp 1,77 miliar atau 55% dari laba sebesar Rp 3,2 miliar. Sebuah peningkatan yang signifikan.

Menurut Hermawan, peningkatan jumlah deviden itu diperoleh setelah ia berhasil menaikkan produksi dengan cara perbaikan dan pembangunan alat-alat produksi, pembuatan sumur-sumur baru, efisiensi dan keberanian melakukan penyesuaian harga.

Hermawan ingin selalu melakukan segala sesuatunya secara profesional. Sebagai nakhoda perusahaan, Hermawan hanya fokus meningkatkan kinerja, pelayanan dan pengembangan perusahaan. Selain untuk meningkatkan laba, juga untuk menjamin ketersediaan air minum bagi masyarakat di seluruh Kabupaten Purworejo.

“Saya mohon doa restu kepada masyarakat Purworejo agar bisa menunaikan tugas dalam periode kedua ini dengan baik,”pungkasnya. (Nas)

Tinggalkan Balasan