Direktur PDAM Tirta Perwitasari Hermawan WU: Bekerja Keras dan Ikhlas Bekerja

PURWOREJO, Hermawan Wahyu Utomo, ST, M.Si, boleh disebut sebagai salah satu warga Purworejo yang berprestasi cemerlang. Selama menjadi direktur di perusahaan plat merah berbendara Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari selama dua periode, Hermawan telah berhasil mendapatkan berbagai pengakuan berupa penghargaan.

Sebagian besar penghargaan itu diperoleh di tahun 2019 atau setelah empat tahun kepimimpinan sebagai Direktur PDAM. Penghargaan tersebut tidak hanya di tingkat regional tapi di tingkat nasional yang membanggakan lembaga maupun masyarakat Purworejo.

Sebut saja penobatan dirinya sebagai Tokoh Prestasi Indonesia 2019 dari Forum Komunikasi Wartawan Indonesia (FKWI), Rekor Prestasi PDAM Indonesia tahun 2019 dari Pusat Rekor Indonesia, juga Top Improvement BUMD 2019 dari majalah Top Business Indonesia.

Tahun 2020, ada dua penghargaan yang diberikan kepada pria kelahiran 19 Juni 1971 itu, yakni dinobatkan sebagai the Most Trusted Company with Service Excellent of the Year dari Indonesia platinum dan Best Corporate, serta sebagai Top BUMD tahun 2020.

Suami Ratna Dewi itu berkisah tentang perjalanan hidupnya. Semasa kuliah di Fakuktas Teknologi Mineral Jurusan Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Hermawan yang hobi traveling itu nyambi bekerja membantu dosennya yang mengerjakan proyek pemetaan dan eksplorasi pertambangan maupun Hidrogeologi di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) ITB. Hal itu dilakoni Hermawan sejak dirinya duduk di tingkat 3 atau semestar 7 sampai lulus.

Hermawan WU, masuk paling awal, pulang paling akhir

“Selepas kuliah, saya kemudian bekerja di salah satu perusahaan pertambangan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan,” ujar Hermawan.

Sekitar 2 tahun bekerja di sana, bungsu dari 6 bersaudara itu kemudian diminta Pemerintah Daerah Tanah Laut Kalimantan Selatan menjadi direktur operasional Perusahaan Daerah Aneka Usaha Manuntung Berseri yang mengurusi beberapa bidang usaha baik tambang dan non tambang.

Karena bidang pertambangan maju pesat, akhirnya perusahaan dipecah menjadi 2 ; salah satunya Perusda Khusus Tambang yaitu Perusda Baratala Tuntung Pandang yakni perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan biji besi dan batu bara yang kemudian digelutinya bertahun-tahun.

Namun sayangnya, pada tahun 2009 Hermawan yang menikah tahun 1999 itu harus kembali ke Purworejo karena ibu tercintanya, Sumiyati, sakit. Padahal saat itu sebenarnya ia ingin melanjutkan kariernya di sana. Ternyata, di desa asalnya yakni Desa Banjarsari, Kecamatan Purwodadi, sedang membutuhkan kepala desa. Hal itu karena kepala desa sebelumnya bermasalah dan meninggalkan tugas ke Kalimantan karena terjerat beberapa kasus.

Hermawan pun kemudian diminta oleh ibunya untuk maju dalam pemilihan kepala desa di sana. “Nenek saya sebelumnya juga pernah menjadi kepala desa seumur hidup,” tutur bapak 4 anak itu. Akhirnya Hermawan terpilih sebagai Kepala Desa Banjarsari dengan kemenangan mutlak hingga tahun 2015.

Tentang pengalamannya menjadi kepala desa, Hermawan bertutur, selama setahun dirinya tidak menerima gaji karana tanah bengkok yang seharusnya menjadi haknya telah dijual oleh kades sebelumnya.

Hermawan dan keluarga

Disamping itu, dirinya harus benar-benar fokus memperbaiki berbagai permasalah baik administrasi maupun sosial yang ditinggalkan mantan kepala desa.

“Alhamdulillah dengan kesungguhan dan keikhlasan semua permasahan dapat teratasi walaupun kita harus nomboki dari kantong sendiri,” ujarnya berkelakar saat mengingat masa lalu tersebut.

Di sela kerjanya, Hermawan menyempatkan diri memperdalam keilmuan dengan menyelesaikan studi Magister Ilmu Lingkungan (MIL) di Universitas Diponegoro Semarang. Ia mengambil thesis mengenai pengelolaan kebocoran perpipaan dalam perusahaan air minum.

Saat ada formasi seleksi sebagai direktur PDAM Kabupaten Purworejo, Hermawan ikut serta berkompetisi dengan berbekal pengalaman kerjanya baik selama di Kalimantan maupun di Purworejo. Menurutnya, ada 5 kandidat saat itu yakni 3 dari internal PDAM dan 2 dari eksternal, termasuk dirinya.

Melalui proses seleksi yang ketat, Hermawan berhasil dipilih menjadi Direktur PDAM pada periode pertama tahun 2015 sampai tahun 2019. Tahun 2019 dirinya kembali terpilih memimpin periode kedua dengan jangka waktu 5 tahun yakni 2019 -2024.

Hermawan mengaku, dirinya selalu datang ke kantor yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman harus lebih pagi dan pulang harus paling akhir dari stafnya. “Jam kerja memang dimulai pukul 07.30, tapi saya selalu berusaha tiba di kantor lebih awal ,” ujar Hermawan.

Tak jarang ia menemani karyawannya yang lembur menyelesaikan tugas karena harus segera ditangani. Menurutnya, untuk memberi motivasi dan semangat seluruh staf dalam mencapai prestasi maksimal harus dilakukan kerja secara maksimal juga.

Hermawan WU dan penghargaannya

Bagi penyuka olah raga beladiri karate dan pencak silat itu, dirinya memiliki prinsip bahwa kerja harus dinikmati, dijalani dengan keikhlasan dan kesungguhan serta dilakukan dengan kebersamaan.

“Menurut saya gaji tinggi bukan pokok, tetapi totalitas dan fokus kerja sehingga menghasilkan hasil kerja yang berkualitas dalam bekerja ” kata Hermawan berfilosofi.

Menurut Hermawan, orang yang paling berjasa dalam hidupnya adalah ibunya yang wafat di usia 83 tahun beberapa waktu lalu. Ibu, menurutnya, selalu memberikan semangat, sedangkan ayahnya wafat saat tugas akhir dalam menyelesaikan sarjananya

Tentang penghargaan yang telah diterimanya, bagi Hermawan, itu akan menjadikan motivasi dan semangat baik bagi dirinya maupun karyawan PDAM. Selain juga ia berharap agar bisa memberi inspirasi bagi orang lain.

Terkait target yang ingin dicapai, Hermawan menuturkan, dirinya ingin membuka cabang PDAM di semua kecamatan di Purworejo. Saat ini, kata Hermawan, ada 6 kecamatan yang belum terjamah saluran air bersih dari PDAM yakni Kecamatan Bagelen, Ngombol, Grabag, Bruno, Gebang, dan Kaligesing yang merupakan daerah ekstrim secara geografis.

Meski belum bisa semuanya dapat dicapai, hingga lima tahun ke depan dengan asumsi semua stakeholder dan owner mendukung kebutuhan air bersih di Purworejo, Hermawan optimistis bisa membuka cabang di 3 kecamatan yang akan segera digarap yakni Kecamatan Bagelen, Ngombol, dan Grabag.

“Kecuali kalau dikucuri dana dari stakeholder baik bersumber dari APBD atau APBN serta DPRD, semua kecamatan insyaallah bisa kami rambah,” ujarnya serius.

Hermawan menegaskan, dengan mulai dioperasionalkannya bandara YIA minimal Pemda mendapatkan bagian untuk pengelolaan air bersih bagi warga di sekitar bandara. Hermawan berharap agar pemda mengalokasikan anggaran untuk pengelolaan air bersih.

“Air merupakan tanggung jawab semua pihak karena melibatkan banyak komponen masyarakat. Ini yang harus dipahami,” tandas Hermawan.

Dirinya optimis PDAM bisa menjadi BUMD yang benar benar bermanfaat bagi masyarakat, serta bisa membantu memberikan deviden kepada Pemerintah Daerah dan kebanggan Kabupaten Purworejo. (Yudia Setiandini) Layanan PDAM ( 0275) 321 050 dan (0275) 323 766

[

Tinggalkan Balasan