Anna Probowati: Bercita-cita Jadi Bankir, Berlabuh di Dunia Pendidikan

NAMA Anna Probowati, SE, MM, M.Par di Purworejo sudah cukup dikenal. Muncul pertama kali ke arena publik sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purworejo pada 2003, berlanjut sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Rajawali (STIERA), kini namanya sudah tak asing lagi di masyarakat Purworejo.
Berkiprah di dunia pendidikan selama hampir 20 tahun sebenarnya bukan karier pilihan yang ingin ditempuh Anna Probowati. Sejak masih duduk di bangku sekolah, cita-citanya adalah menjadi seorang pengusaha.
Anna yang menakhodai STIERA dari mulai berdiri tahun 2001 hingga kini mengungkapkan, dirinya terjun ke dunia pendidikan karena dorongan keluarga.

“Sebagai lulusan ekonomi, saya berharap bekerja di perbankan.Tapi orang tua ingin saya menjadi dosen,” kenang Anna.

Hal itu bukan tanpa alasan. Darah pendidik yang mengalir dalam diri Anna berasal dari kakeknya yang merupakan guru dan kepala SD. Selain itu dari lima saudara ibunya, dua diantaranya juga guru.

Anna Probowati, suami dan ketiga putranya

“Ibu saya mengatakan bahwa dengan menjadi pendidik, seorang wanita akan lebih berwibawa karena ia masih punya waktu untuk keluarga,” ungkap Anna, sulung dari enam bersaudara pasangan Toegiman Eko Wijono dan Soetristinah.

Itulah sebabnya, begitu lulus dari studi S2 pada tahun 2001, Anna langsung direkrut oleh Yayasan Patriot Bangsa dan tidak tanggung-tanggung langsung dijadikan ketua STIERA pada usia 28 tahun. Kebetulan ayahnya merupakan salah seorang yang memback up yang menaungi STIERA.

Meski begitu, Anna mengakui pada awalnya kesulitan beradaptasi dengan dunia pendidikan.

“Bukan hal yang mudah untuk tune in dengan dunia yang sama sekali asing bagi saya,” ujar Anna.

Ibu dari tiga putra itu menuturkan, pada awalnya ia sempat sangat putus asa dan ingin meninggalkan dunia pendidikan yang baginya sangat rumit dan menguras energi. Terlebih waktu itu image STIE yang dipelintirkan menjadi Sekolah Tidak Ijasah Entuk.
Tapi seiring dengan berjalannya waktu dan dengan dukungan banyak pihak, Anna mulai enjoy dengan dunianya. Setelah sembilan tahun alih kelola, Anna makin optimistis dengan kemajuan STIERA.

Di tengah kesibukannya yang luar biasa, istri Danang Aji Nugroho, S.Sos itu kini tengah berusaha keras menyelesaikan studi doktornya. Anna juga mengurusi usaha keluarga berupa SPBU dan pemasok elpiji di wilayah Purworejo.
Namun demikian Anna terlihat menikmati perannya sebagai seorang ibu. Di sela waktunya ia masih sering menyempatkan diri mengantar jemput ketiga putranya, termasuk mengantar dan menjemput latihan basket.

“Ketiga putra saya hobinya olah raga terutama sepak bola dan basket. Bahkan si sulung, Artemas Probo Dhanukusumo tercacat sebagai tim inti atlet basket putra SMP di Purworejo,” ujar Anna. Dua putranya yang lain yakni Barzilai Probo Dhipararta dan Cleopas Probo Chattrahita.

Anna begitu concern di bidang olah raga terutama basket. Salah satu upayanya yakni ingin membangun gedung serba guna yang repesentatif di STIERA. Gedung itu, ujar Anna, nantinya dapat digunakan untuk even lomba basket di Purworejo seperti Purworejo Basket League (PBL) yang menjadi agenda rutin Perbasi Purworejo.

Terhadap STIERA, Anna memiliki harapan, “Jurusan Akuntansi yang dimiliki STIERA merupakan satu-satunya di Purworejo dan seharusnya unggul. Namun saat ini belum tercukupi dengan dosen yang memenuhi standar baik jabatan fungsional maupun kewajiban melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi. Ini tantangan yang harus dijawab oleh STIERA,” ungkap Anna.
Wanita kelahiran Purworejo 28 April 1973 ini pantang menyerah. Ia bertekad mengoptimalkan peran yayasan untuk mewujudkan STIERA menjadi lebih berkualitas.

“Tidak menutup kemungkinan dalam jangka waktu dekat STIERA menjadi institut atau universitas. Saya yakin dengan keunggulan STIERA sebagai sekolah pilihan bagi masyarakat pelosok yang ingin menempuh jenjang pendidikan dengan biaya terjangkau, ” pungkas Anna yang tercatat sebagai Muda Ganesha (MG) 91 ini. (Yudia Setiandini)

Tinggalkan Balasan