Tunjangan Tak Sepadan dengan Tanggung Jawab, Banyak Guru Tak Berminat Jadi Kepsek

PURWOREJO, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Purworejo Sukmo Widi Harwanto, SH, MM mengatakan, saat ini Kabupaten Purworejo kekurangan kepala sekolah (kepsek) SD dan SMP.

“Beberapa waktu lalu dinas menyiapkan 100 calon kepsek mengikuti diklat (pendidikan dan pelatihan) di Semarang. Namun 50 persennya mengundurkan diri,”kata Sukmo Widi di hadapan sejumlah wartawan, Jumat (23/8).

Disebutkan, hal itu karena tanggung jawab kepsek dan tunjangan yang diterima tidak sepadan.

“Tunjangan kepala sekolah dibanding guru hanya terpaut Rp 120 ribu saja, sehingga banyak yang menolak jadi kepsek,”ucap Sukmo.

Lanjut Sukmo, untuk mengatasi kekurangan itu kepsek yang ada merangkap jabatan sebagai pengawas. Untuk kepala SD karena tidak memiliki tanaga TU sehingga urusan administrasi dan keuangan menjadi tanggung jawab kepsek.

Sementara Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Purworejo Sutarto, S.Pd, M.Pd menambahkan, tugas kepala sekolah yang merangkap jabatan sangat berat.

“Mengurusi satu sekolah saja sudah repot apalagi harus dobel,” tutur Sutarto.

Dijelaskan, saat ini kekurangan Kepala SMP sebanyak 3 sekolah yaitu untuk SMP 8, SMP 35 dan SMP 24 dan Kepala SD 40 orang,”jelasnya. (W5)

Tinggalkan Balasan