Syafii Efendi: Era Industri 4.0 Memerlukan Kepemimpinan dengan Mindset Baru

PURWOREJO, Ketua Umum DPP Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) Syafii Efendi menegaskan, generasi milenial harus mau terjun ke dunia politik untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Masuknya kaum milenial di dunia politik dibutuhkan karena hulu dari semua keputusan menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara adalah politik.
“Jujur saja, sebenarnya dunia politik Indonesia hari ini sangat menjijikkan. Tetapi untuk bisa mengubah keadaan seperti itu, suka atau tidak suka, kita harus berada di dalamnya,”tandas Syafii Efendi kepada wartawan sebelum tampil sebagai pembicara dalam Seminar Motivasi Nasional Beasiswa dan Entrepreneurship yang digelar di Auditorium Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Purworejo, Minggu (7/9).
Diungkapkan, menghadapi era industri 4.0 dibutuhkan karakter dan mindset kepimpinan yang harus dimiliki oleh kaum milenial. Untuk itu Syafii bertekad akan maju dalam pemilihan presiden 2034 mendatang.

Menurut Syafii Efendi, era industri 4.0 adalah hal baru di Indonesia. Dimana semua fungsi akan bergeser ke robotic system. Era industri 4.0 akan menimbulkan persoalan baru. Yang tertinggal akan makin jauh tertinggal.

“Di era ini media offline (surat kabar, majalah-red) akan mati dihantam media online, ojek konvensional akan mati digantikan ojek online dan YouTube akan memimpin broadcasting dan menghancurkan televisi,”ucap Syafii.
Di hadapan sekitar 1.000 siswa SMA dan SMK se Kabupaten Purworejo itu, Syafii Efendi yang juga Presiden Pemuda OKI (Organisasi Kerjasama Islam) Dunia, mengatakan, saat ini seluruh dunia sedang menghadapi perubahan akibat Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan kehadiran internet dalam seluruh sendi kehidupan.
Dikatakan, Revolusi Industri 4.0 antara lain ditandai oleh digantikannya tenaga manusia dengan robot dalam dunia industri dan perdagangan. Perubahan tersebut menuntut jawaban dari generasi milenial yang akan memimpin Indonesia pada dasa warsa mendatang.
Syafii Efendi yang juga dikenal sebagai motivator termuda Indonesia itu juga mengajak kaum milenial untuk mengubah paradigma lama tentang arti kesuksesan. Hari ini seseorang dianggap sukses jika sudah menggenggam selembar ijazah. Tetapi ke depan, kesuksesan ditandai oleh berbagai pencapaian dalam bisnis dan karier. (Nas/W5)

Tinggalkan Balasan