PAS Seringin Galakkan Penanaman Umbi Cilembu Lewat Pertemuan Ahad Pon

PURWOREJO, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Seringin Kabupaten Purworejo menggelar diskusi dan pelatihan pengolahan hasil pertanian, di Sekretariat PAS Seringin, Kelurahan Doplang, Kecamatan Purworejo, Minggu lalu. Itu merupakan kegiatan rutin selapanan yang digelar tiap Ahad Pon.
Demikian diungkapkan Sabar, Ketua P4S Seringin saat ditemui di rumahnya yang juga berfungsi sebagai kantor sekretariat P4S Seringin di Kelurahan Doplang Kecamatan Purworejo, Jumat (29/11).
Dalam pelatihan itu, puluhan petani khususnya kaum ibu diajak praktik membuat berbagai produk olahan pangan dari bahan baku palawija bersama Ning Wariyanti, Wakil Ketua KTNA Jawa Tengah dari Kabupaten Banyumas. Pelatihan juga dihadiri langsung oleh Ketua Forum Komunikasi P4S Jawa Tengah, Maryanto.
“Beberapa produk olahan yang dilatihkan antara lain pembuatan es krim, bubur bayi, dan brownis dari bahan ubi jalar cilembu. Ada juga pisang madu,” sebutnya.

Sabar mengaku, upaya pengembangan budidaya ubi cilembu setidaknya sudah diuji coba di lahan sawahnya yang berada di Kelurahan Doplang. Ia menanam di lahan seluas sekitar 600 meter persegi dan ternyata hasilnya bagus. Untuk mengetahui produktivitasnya, sudah dilakukan pengukuran ubinan bersama petugas dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Purworejo.

Praktik mengolah makanan

“Masa tanam ubi cilembu ini tiga bulan sudah bisa panen. Perbandingannya, setiap 2,5 meter persegi tanaman ubi itu hasilnya sekitar Rp100 ribu, sedangkan kalau ditanami padi hasilnya cuma Rp40 ribu,” ujarnya.
Saat ini, P4S mewadahi 22 ketua kelompok yang terdiri atas 1.135 anggota di Kecamatan Purworejo, Bayan, Gebang, dan Pituruh. Dengan hasil yang sangat bagus itu, bertanam ubi rencananya akan dijadikan program bagi anggota P4S. Caranya dengan mengisi waktu tenggang saat ketersediaan air di lahan tidak mencukupi untuk padi.
“Sehingga pola tanamnya bisa kita buat padi-padi-palawija, atau padi-palawija-padi. Kalau selama ini padi-padi-nganggur atau padi-padi-bero. Jadi maksud saya, kita buat kegiatan agar lahan yang biasanya nganggur bisa produktif,” jelasnya.

“Di beberapa kecamatan yang sudah jalan tanam kacang hijau dan kedelai. Nah, petani yang tidak memungkinkan menanam itu, akan terus kita dorong untuk ubi cilembu ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut Sabar mengatakan, dorongan untuk meningkatkan produktivitas lahan juga diberikan oleh Ketua Forum Komunikasi P4S Jawa Tengah, Maryanto, dan Koordinator BPP Kecamatan Purworejo, Dwi Arti. Karena itu, pihaknya komitmen untuk berupaya mewujudkannya. (*/nas)

Tinggalkan Balasan