Luar Biasa, Muhammad Rozi Hafal Quran 30 Juz Hanya dalam 10 Minggu

NGOMBOL, Muhammad Rozi Bin Errys, santri pada Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Nuurul Waahid, Desa Cokroyasan, Kecamatan Ngombol, berhasil khatamkan hafalan Alquran 30 juz di usianya yang ke-19 tahun, dalam kurun waktu 10 pekan. Putra pasangan Erryz dan Elviyanti itu mulai menghafal Alquran di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) 20 Juli 2020 lalu.

Dengan ketekunannya, Rozi berhasil merampungkan hafalannya tepat pada 24 September 2020, dalam program kelas tahfidz 1 tahun khatam 30 juz mutqin di PPTQ. Dan pada Sabtu (10/10) mentasmi’kan seluruh isi Alqur’an 30 juz sekali duduk di hadapan pengasuh, asatidz, santri dan tokoh masyarakat. 

Rozi tidak sanggup menahan tangis usai khatamkan hafalannya, cita-cita yang sangat diidamkannya. Menurut Rozi, prestasi itu tidak terlepas dari dukungan serta keinginan orang tuanya yang menginginkan dirinya untuk menjadi seorang hafidz Quran. 

“Rozi ingin sekali membanggakan ayah dan ibu. Rozi ingin membuat mereka tersenyum di dunia dan akhirat dengan memberikan mahkota surga untuk mereka berdua. Rozi ingin bisa masuk surga bersama-sama dengan orang tua,” kata Rozi sambil terisak.

Acara Tasmi’ 30 Juz

Ia mengatakan trik untuk menghafal Alquran ialah dengan cara membaca berulang-ulang lembaran Alquran hingga melekat dalam ingatannya. Selain itu tidak menyia-nyiakan waktu barang sedetikpun, semua kesempatan ia gunakan untuk menghafal meskipun sambil melakukan aktifitas lainnya seperti olah raga, makan, piket dan lain-lain. 

Remaja asal Kelurahan Kepala Siring Kecamatan Curup Tengah, Kota Curup Provinsi Bengkulu itu juga memiliki prestasi saat belajar di Pondok Pesantren Darussalam Gontor 1. 
Selain itu suasana dan sistem Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Nuurul Waahid Cokroyasan yang sangat mendukung capaian setiap santri dalam menghafal. 

Tahun lalu pesantren ini telah meluluskan dan mewisuda 17 santrinya yang telah menyelesaikan program satu tahun. Pesantren yang dikelola oleh Ustadz Wahman, S.Sy (salah satu penyuluh agama Islam KUA Ngombol) ini yang dibantu oleh dua orang Ustadz Robi’un Al Hafidz dan Ustadz Achmad Kuswan Al Hafidz telah berhasil menerapkan sistem manajemen program satu tahun khatam 30 juz mutqin.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Nuurul Waahid Krandegan sebagai induk PPTQ Cokroyasan yaitu KH Saifudin dan KH Thohari, S.Pd.I menyampaikan apresiasi terhadap Rozi atas prestasi yang diraihnya di usia yang masih muda. Ia berharap Rozi istikomah dengan Alquran dan menjadikan Alquran sebagai pelita dalam hidup. 

“Insya Allah akan menjadi penolong kedua orang tuamu di hadapan mahkamah Allah SWT. Terima kasih untuk para pengelola PPTQ atas bimbingannya kepada anak kita semoga setiap usahanya akan bernilai pahala di sisi Allah,” katanya. (Nas)

Tinggalkan Balasan