Dinilai Langgar Perda, Satpol PP Hentikan Pembangunan Perluasan SPBU Suronegaran

PURWOREJO, Pembangunan pengembangan SPBU Suronegaran yang terletak di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo dan masuk wilayah Kampung Brengkelan, Kelurahan Purworejo, dihentikan oleh Satpol PP Damkar Purworejo, Jumat (2/11). Penghentian tersebut dilakukan karena SPBU Suronegaran dinilai melanggar Perda, yaitu pengelola SPBU belum mengantongi izin.
Kepala Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo Budi Wibowo, S.Sos didampingi Kabid Penegakan Perda, Mujono, SH menjelaskan, pihak pengelola melalui CV Suronegoro selaku pelaksana sebenarnya sudah mengajukan izin namun belum lengkap dan banyak yang harus direvisi.
“Pengelola hanya mengajukan izin tapi belum menyertakan gambar atau disain bangunan dan RABnya. Dokumen UKL dan UPL juga harus direvisi karena yang digunakan masih yang lama, analisis dampak lalulintas juga belum dibuat,”kata Budi Wibowo saat ditemui di kantornya, Jumat (2/11).
Selain itu juga belum ada kejelasan fungsi perluasan bangunan nantinya untuk apa. Sebab ada dua informasi, pembangunan itu untuk SPBU dan toko moderen.
Terkait dengan ketidakjelasan tersebut, lanjut Budi, pihaknya sudah menurunkan tim untuk mendatangi lokasi.
“Perda tetap harus kita tegakkan, pembangunan harus dihentikan, sambil menunggu pengelola melengkapi dokumen-dokumen terkait pembangunan itu, “ucap Budi.
Menurut Budi, karena yang bersangkutan belum mengantongi surat IMB (Izin Mendirikan Bangunan), namun sudah melakukan kegiatan membangun. Hal itu dinilai melanggar Perda IMB.

Sementara Kabid Penegakan Perda Mujono, SH menambahkan, sebenarnya dari hasil kunjungan Tim Perijinan ke lokasi, pengeloka sudah diperintahkan menghentikan kegiatan pembangunan. Namun perintah itu tidak diindahkan dan pembangunan jalan terus.
Menindak lanjuti hal tersebut ,hari ini Jumat (2/11) dilakukan rapat yang dihadiri dari unsur Dinas PU PR, Dishub, Dinas KUKMP, PMPTSP, dan LH sekaligus dilanjutkan kunjungan lokasi lagi untuk klarifikasi dan ditemui oleh Kepala Operasional Penjualan.
“Dari keterangan Kepala Operasional Penjualan, perluasan bangunan tersebut nantinya untuk pengembangan SPBU untuk menindak lanjuti instruksi dari Pertamina, “ujar Mujono.
Disebutkan, pada saat kunjungan lokasi yang pertama, selain diperintahkan berhenti, pihak pengelola juga diberi surat panggilan agar datang ke Kantor Satpol PP Damkar. Tapi hingga kini belum juga bertemu.
Mujono mengatakan, karena sudah dianggap melanggar Perda IMB maka terhitung mulai Jumat (2/11) pihaknya memerintahkan penghentian pembangunan perluasan SPBU.
“Hari ini juga akan kami buat surat peringatan penghentian, “kata Mujono. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *