Dianggarkan Rp 17 M, Kawasan Permukiman Kumuh di Kutoarjo Bakal Ditata

KUTOARJO, Pemkab Purworejo akan segera memulai penataan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Kutoarjo dan Kelurahan Semawung Daleman, Kecamatan Kutoarjo. Anggaran dari APBN senilai Rp 16 miliar dan APBD Provinsi Rp 1,4 miliar telah siap dicairkan.

Demikian diungkapkan Kepala Dinperkimtan Kabupaten Purworejo melalui Kabid Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Indah Herlawati, ST, MM, dalam forum audiensi program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), di Ruang Bagelen Komplek Setda Purworejo, Kamis (21/1). 

Audiensi diikuti oleh Bupati Purworejo RH Agus Bastian, SE, MM, Sekda Drs Said Romadhon, Asisten II Sekda Drs Boedi Hardjono, Kepala Bappeda Ir Bambang Jati Asmara, MT, MA, dan sejumlah pimpinan OPD lainnya.

Indah Herlawati menjelaskan, konsep penanganan kawasan permukiman kumuh blok 1 Kutoarjo adalah pengembangan kawasan Kutoarjo sebagai pendorong kepentingan sosio-kultural dan pertumbuhan ekonomi.

Audiensi program penataan kawasan kumuh Kutoarjo

“Konsepnya adalah perbaikan atau penanganan terhadap aspek bangunan kekumuhan seperti perbaikan jalan, drainase, saranan air minum, sarana air limbah dan proteksi kebakaran. Kawasan Blok 1 Kutoarjo akan dibranding sebagai Kampung Hijau dan Kreatif,” jelasnya.

Dijelaskan, konsep kampung hijau mengacu pada kelestarian lingkungan, seperti perbaikan ruang pejalan kaki dan terkoneksinya transportasi publik. Konsep kampung kreatif bertujuan memberdayakan potensi ekonomi lokal yang ada didalam kawasan.

“Nantinya akan dilakukan penataan warung-warung di Jalan Merpati dan penataan pedestrian. Pelebaran, peningkatan jalan dan perbaikan drainase juga akan dilakukan,” kata Indah.

Lebih jauh Indah menjelaskan, di Kabupaten Purworejo terdapat 11 kelurahan yang masuk dalam kawasan kumuh. Lima kelurahan di Kecamatan Kutoarjo dan enam kelurahan di Kecamatan Purworejo.

Bupati Purworejo RH Agus Bastian, SE, MM

Jika penanganan kawasan permukiman kumuh Blok 1 Kutoarjo ini dapat terlaksana, artinya hampir 100 persen kawasan kumuh di Kecamatan Kutoarjo tertangani. 

Bupati Purworejo RH Agus Bastian, SE, MM menyatakan dukungannya atas program Kotaku. Program ini sebenarnya telah lama direncanakan, namun baru dapat terealisasi tahun ini. 

Bupati berharap, program Kotaku tidak membawa dampak yang kurang baik terhadap masyarakat. Dengan adanya program Kotaku diharapkan benar-benar dapat mewujudkan kota tanpa kawasan kumuh sesuai harapan bersama.

Namun, Bupati juga mengingatkan agar pelaksanaan penataan kawasan kumuh ini dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan ekses. Karena menggunakan anggaran pusat, dirinya meyakini program ini bisa terealisasi dengan baik.

“Tolong kepada konsultan untuk betul-betul merencanakan Program Kotaku secara detil, terencana dan tanpa ekses,” ujar Bupati. (Nas)

Tinggalkan Balasan