Bupati: Pandemi Covid-19 Sudah Darurat, Semua Pihak Harus Melakukan Lockdown

PURWOREJO,  Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM menegaskan, pandemi virus corona saat ini sudah masuk kategori darurat. Untuk itu kita semua harus lockdown diri kita sendiri. Mengisolir diri dari keramaian, tetap tinggal di rumah, tidak keluar kalau tidak ada kepentingan, serta menjaga perilaku hidup bersih dan sehat  serta jaga jarak antar individu (social distancing).

“Penyakit ini memang dahsyat sekali. Saya tidak sedang menakut-nakuti. Tetapi saya punya sahabat kemarin meninggal karena positif corona. Dalam waktu lima hari meninggal. Kejadiannya begitu cepat. Dua hari lalu istrinya juga meninggal. Tinggal anak dan supirnya juga positif corona,” ungkap Bupati di depan Rapat Koordinasi Penanganan Penyebaran Covid-19 Bersama Tokoh Agama Dan Tokoh Masyarakat di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, Selasa (24/3).

Rakor dihadiri Wakil Bupati Yuli Hastuti, SH, Ketua DPRD Dion Agasi Setyabudi, S.IKom, M.Si, Forkopimda, pimpinan OPD terkait, pimpinan organisasi keagamaan, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Menghadapi kondisi seperti ini, Bupati meminta kepada para tokoh agama dan tokoh masyakat untuk membantu dan bekerjasama dengan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat. 

Hadirnya para tokoh Agama dan tokoh masyarakat diharapkan dapat meringankan Pemkab dalam ikut menghimbau masyarakat. 

Bupati dan Wabup memimpin rakor

“Saya tidak ingin membuat panik.Tetapi kalau saya tidak cerita begini, masyarakat tidak takut dan menyepelekan. Kita semua tidak ingin mengorbankan masyarakat Kabupaten Purworejo, apalagi untuk hal-hal yang sebenarnya bisa ditunda seperti keramaian, pengajian dan hajatan,” tandas Bupati.

Bupati menilai saat ini belum begitu perlu mengambil tindakan yang ekstrem. Saat ini yang terus dilakukan adalah mengedukasi masyarakat agar mengikuti himbauan pemerintah. 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dr Sudarmi, MM menjelaskan, pandemi virus corona ini belum diketahui akan berlangsung hingga kapan. 

Jika semua bergerak untuk melindungi diri dan menaati arahan pemerintah, pandemi ini diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan Mei 2020 dan akan berakhir September 2020. 

“Namun apabila tetap seperti saat ini dan menganggap enteng permasalahan ini, maka pandemi ini mencapai puncaknya pada September 2020 dan akan berlangsung hingga September 2021. Bahkan bisa lebih lama lagi,” ungkap Sudarmi.

Di Kabupaten Purworejo sendiri, hingga saat ini ada 190 orang dalam pemantauan (ODP) dan 11 orang pasien dalam pengawasan (PDP). Satu di antara PDP Senin malam, (23/3), satu orang PDP meninggal dunia, meskipun belum diketahui apakah positif Covid-19 atau tidak. (R/nas)

Tinggalkan Balasan