18 Tahun STIE Rajawali: Jaring Mahasiswa dari Pelosok, denga Biaya Kuliah Terjangkau

TERLETAK di tepi Jalan Gajahmada atau Jalan Raya Kutoarjo, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Rajawali (STIERA) pada usianya yang telah memasuki 18 tahun memantapkan diri sebagai tempat kuliah yang mumpuni. Didirikan pada tanggal 2 Agustus 2001 di bawah naungan Yayasan Patriot Bangsa, STIERA membuka dua program studi (prodi) yakni S1 Akuntansi dan S1 Manajemen.

Anna Probowati, SE, MM, M.Par yang menjabat sebagai Ketua STIERA dari mulai berdiri hingga kini mengungkapkan, pada awalnya STIERA hanya memiliki 115 mahasiswa di kedua prodi tersebut.

Seiring dengan berjalannya waktu, STIERA kini memiliki 377 mahasiswa. Terdiri atas 312 mahasiswa Prodi S1 Manajemen dan 65 mahasiswa Prodi S1 Akuntansi.

Anna menyadari posisi kurang strategisnya Purworejo sebagai kota kecil yang berada di dekat Yogyakarta, provinsi yang memiliki banyak pilihan untuk kuliah. Untuk itu Anna membuat strategi dengan menjaring masyarakat di pelosok yang ingin mengenyam jenjang pendidikan tinggi dengan biaya terjangkau.

“STIERA bertekad untuk memajukan masyarakat pelosok melalui transformasi ilmu dengan meningkatkan taraf pendidikan, terutama siswa SMK yang mindsetnya setelah lulus tidak bekerja tapi kuliah,” terang Anna.

STIERA didukung oleh 20 dosen yang sebagian tengah menyelesaikan program Doktor. Mereka juga berhasil mendapatkan dana Penelitian melalui kompetisi Penelitian Dosen Pemula Kemenristek Dikti. STIERA juga tengah memantapkan diri sebagai pencetak generasi berpotensi. Core entrepreneurship dibangun melalui visi kampus seluas 3.700 m2 itu.

Ketua STIE Rajawali Anna Probowati

Anna menjelaskan, untuk mewujudkan tujuan sebagai kampus yang berkompetensi wirausaha tersebut, STIERA mengarahkan materi kewirausahaan pada setiap mata kuliah. Selain itu ada 20 mata kuliah yang murni berbasis kurikulum wira usaha. Di kampus STIERA juga terdapat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan sebagai inkubator para mahasiswa dalam berkarya.

Sebagai kampus yang terletak di pinggiran kota Purworejo, tidak membuat surut prestasi para mahasiswanya. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini STIERA menorehkan beberapa pestasi membanggakan.

Salah satunya adalah berhasil lolos dalam program penelitian prestisius bagi mahasiswa yakni Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai Kemenristek Dikti tahun 2016. Setelah itu berturut – turut para mahasiswa STIERA berhasil lolos bersaing melalui karya-karya kreatif.

Beberapa produk yang dihasilkan mahasiswa STIERA juga telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah di tingkat provinsi dan nasional serta berhak untuk diproduksi secara massal.

Dalam Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) yang diadakan Kemenristek Dikti tahun 2017, ada 4 produk KBMI yang berhasil lolos serta 3 produk Kreativitas Mahasiswa Indonesia (KMI). Empat produk KBMI yaitu jusugung (jus susu jagung), deso (degan soto), cocofiber, dan biofarmaka candy.

Produk olahan makanan karya mahasiswa ikut pameran UMKM

Produk jusugung kini telah diproduksi massal dan telah terdaftar sebagai produk industri rumah tangga serta telah memiliki PIRT dan sertifikasi halal dari MUI.

Tahun 2018 karya mahasiswa STIERA kembali lolos dalam KBMI 1 produk dan KMI 4 produk. Produk KBMI yakni bibit buah unggul durian, jambu, kelengkeng, dan belimbing. Adapun KMI yakni sambel lompir, bibit buah unggul, Fanny’s Online Shop, dan Abangjo desain.

Produk sambel lompir juga mendapatkan penghargaan dari Provinsi Jawa Tengah dan menjadi juara 2 Pemuda Pelopor Bidang Pangan tahun 2018. Sambel lompir merupakan singkatan dari sambel lombok pindang suwir yang dikemas dalam botol plastik dan sudah banyak dijumpai di Purworejo.

Pada tahun 2019 mahasiawa STIERA kembali meraih juara Pemuda Pelopor bidang Pangan melalui produk Legenter yakni legen (manisan) terong.

Dengan berbekal semangat membangun dan berprestasi bersama, STIERA terus berupaya meningkatkan mutu baik akademik maupun sarana prasarana.

“Saat ini kami tengah bersiap untuk akreditasi institusi serta akreditasi Prodi S1 Manajemen yang akan berakhir tahun 2020. Kami berharap dapat meningkatkan akeditasi B pada Prodi S1 Manajemen,” harap Anna.

Selain itu dalam waktu dekat STIERA juga akan membangun gedung serba guna yang dapat digunakan untuk segala keperluan acara kampus serta masyarakat Purworejo.

“Kami mohon doa restu agar pembangunan gedung serba guna ini nantinya dapat bermanfaat karena juga dapat difungsikan sebagai lapangan basket indoor yang representatif sehingga dapat mendukung kemajuan olah raga basket di Purworejo,” pungkas Ana. (Yudia Setiandini)

Tinggalkan Balasan