Saat Pandemi, Sektor Perdagangan Umum Sumbang 90% Profit PDAU

PURWOREJO, Tahun 2020 memang pantas disebut sebagai tahun keterpurukan massal. Betapa tidak, dari 12 bulan yang ada, 10 bulan diantaranya atau lebih dari 80%, merupakan waktu saat virus corona mulai menggerogoti berbagai sektor ekonomi. Termasuk juga membuyarkan banyak rencana bisnis yang sudah disusun berbagai pihak.

Salah satunya dialami Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Purworejo yang dinakhodai Didik Prasetyo Adi, SH. Sebagai BUMD yang menjalankan aneka sektor usaha, PDAU sempat mengalami keterpurukan yang mendalam terutama di sektor usaha hotel dan tour travel.

Beruntung, sektor perdagangan umum menjadi dewa penyelamat bagi sektor lain yang mengalami jalan di tempat bahkan tiarap selama pandemi berlangsung.

Rabu sore (20/1), di ruang kerjanya, Didik menuturkan, sektor perdagangan umum menyumbang profit sebesar 90% dari sektor lain.

“Sektor usaha lainnya yakni Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), percetakan, hotel dan tour travel, serta usaha perbengkelan yang sedang dirintis,” kata Didik di ruang kerjanya.

Didik memperlihatkan bisnis online yang mulai dijalankan PDAU

Hotel Ganesha, misalnya, yang memiliki 31 kamar, okupansi atau tingkat keterisiannya hanya 30% selama pandemi. Demikian pula dengan AMDK yang memasok air minum dalam bentuk galon ke-20 sekolah, tersendat akibat sistem belajar daring selama berbulan-bulan. Sektor usaha perbengkelan juga tertunda pelaksanaannya di tahun 2020.

Meski begitu, Didik optimistis, tahun 2021 ini beberapa program yang telah direncanakan dapat berjalan. Diantaranya proyek prestisius pembangunan hotel bintang 3.

“Di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, anggaran pembangunan hotel tersebut masuk long list. Disain hotel sudah dibuat, termasuk lahan seluas 135x60m sudah disiapkan. Harapannya pada tahun 2022 sudah dapat terealisir,” ucap Didik.

Selain itu juga sektor pertambangan galian c tahun ini mulai direalisasikan. Tahap awal yakni pengurusan perizinan, untuk selanjutnya kerjasama dengan investor.

Didik juga menyebut, pihaknya saat ini tengah pada tahap menunggu MoU dengan investor dari Korea dalam hal proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk pasokan produksi listrik. Beberapa waktu lalu, kata Didik, pihaknya sudah melakukan komunikasi secara intens terkait rencana tersebut.

Bulan ini, genap satu tahun kepemimpinannya di perusahaan pelat merah milik daerah, Didik merasa bersyukur. Hal itu karena PDAU bisa meraih profit meski tanpa suntikan modal dan kondisi yang sempat terpuruk. Baginya, hal itu menjadi tantangan untuk dapat merealisasikan rencana yang sempat tertunda akibat terpaan pandemi. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *