Ruang Rawat Pasien Covid Penuh dan Tenaga Kesehatan Banyak yang Sakit, Wadir RSUD Dr Tjitrowardojo Beri Penjelasan

PURWOREJO, Terkait dengan makin bertambahnya pasien positif Covid-19 serta makin bertambahnya tenaga medis RSUD yang terpapar virus Corona, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Dr. Tjitrowardojo dr. Ika Endah Lestariningsih, Sp. Kj angkat bicara. Ditemui melalui saluran WhatsApps, Minggu (29/11), dr. Ika membeberkan beberapa hal.

Pertama, tentang kapasitas Ruang Bima yang sejak diresmikan digunakan untuk menangani pasien Covid-19, dr. Ika menyebut, ke-28 bed yang tersedia saat ini sudah terisi semua. “Lantai 2 untuk ruang pasien suspek dan probabel, sedangkan lantai 3 untuk yang terkonfirmasi covid. Masing-masing sebanyak 14 bed dan saat ini sudah full,” ucap dr. Ika.

Ia menjelaskan, sebenarnya sejak awal di dua lantai itu masing-masing kamar diisi dua bed sehingga kapasitasnya bisa untuk 56 pasien. Tapi ada beberapa hal yang mengakibatkan satu kamar akhirnya hanya untuk satu bed.

“Pertama, pasien komplain jika digabung karena memang sempit dekat kamar mandi. Kedua, selang oksigen diperlukan yang panjang untuk dipasangkan kepada pasien, sehingga tidak dapat dikondisikan untuk dua pasien. Ketiga, saat ini rasio pasien dan dokter tidak seimbang sehingga akhirnya diputuskan menjadi hanya 28 bed”.

Dr Ika Endah Lestariningsih, Sp.Kj

Ditambahkannya, di lantai 3 juga telah disiapkan VK modifikasi jika ada pasien hamil yang terkonfirmasi yang akan melahirkan. Selain itu di ruang IGD pun, lanjut dr. Ika, saat ini ada dua bed untuk pemeriksaan pelayaan pasien suspek covid.

Untuk itu ia berharap agar pemda dapat merevitalisasi dan mensinergikan model rujukan berjenjang bagi layanan Covid, sehingga RS Rujukan lini 3 juga dapat menambah bed untuk rawat inap Covid serta mampu melayani pasien terkait Covid.

Untuk puskesmas, dr. Ika berharap agar mampu meningkatkan kapasitas sarpras dan SDM bagi pelayanan ibu hamil yang terkonfirmasi Covid. Jumlah ibu hamil yang terkonfirmasi Covid, ungkap dr Ika, setiap bulan hampir mencapai 50-an dan partus non covid sekitar 200 persalinan / bulan”.

Terkait dengan makin bertambahnya jumlah tenaga kesehatan yang “tumbang” dari hari ke hari, dr. Ika menyebut, saat ada tujuh dokter RSUD dr.Tjitrowardojo yang menjalani perawatan.

Ruang rawat pasien covid-19 penuh

“Ada empat dokter yang terkonfirmasi positif yakni dua dokter spesialis dan dua dokter umum. Tiga lainnya dalam status suspek yakni dua dokter spesialis dan satu dokter umum. Selain itu juga ada satu perawat yang suspek,” rincinya.

Untuk itu, lanjut dr. Ika, pihak RS telah melakukan langkah antisipasi. “Mulai Senin hingga Rabu besok, sebanyak 700 pegawai RS akan menjalani swab secara bertahap, semua, tanpa terkecuali,” tegasnya. Hal ini perlu dilakukan untuk memaping transmisi serta sebagai penyelidikan epidemiologi di lingkungan rumah sakit.

Langkah selanjutnya, pihak RS
juga telah melakukan koordinasi dengan Dinkes dan Pemda. Dikatakan, dalam beberapa hari ke depan RS akan membatasi pelayanan poliklinik baik jam buka maupun jumlah pasien. Hal itu karena keterbatasan tenaga medis yang tersedia saat ini. “Yang kami batasi kuantitas, bukan kualitas,” tegas dr. Ika.

Dirinya menandaskan, seandainya RS harus ditutup, maka IGD lah yang pertama kali ditutup. “Untuk itu kami mohon dukungan dari banyak pihak. Sudah saatnya kita berbagi. Kami juga mohon doanya agar nakes kami dapat diberi kesehatan sehingga dapat kembali menjalankan tugas,” harap dr Ika. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *