Songsong Romansa Purworejo 2020, Bupati Ajak Masyarakat Gali Potensi Seni Budaya di Desa

BAGELEN, Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM mengajak masyarakat untuk menggali berbagai potensi yang ada di desanya, salah satunya potensi seni budaya. Menurutnya, kepemilikan seni tradisi atau budaya perlu dilestarikan dan yang pernah ada pun kalau bisa diangkat lagi

“Budaya itu menjadi salah satu pendukung utama pariwisata. Kita punya banyak hal yang bisa dikembangkan,” kata Agus Bastian pada sarasehan di Desa Kalirejo, Kecamatan Bagelen, Senin (11/2) malam. Sarasehan digelar dalam kegiatan Bupati Saba Desa yang merupakan program bulanan bupati.
Menurut Bupati, hadirnya New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo akan banyak berpengaruh pada Purworejo, tidak terkecuali bagi Desa Kalirejo. Dia memperkirakan akan ada perubahan besar dalam kurun waktu 5-10 tahun mendatang.
Selain itu, Bupati juga mengajak warga untuk kreatif menggarap kesenian-kesenian yang sudah ada. Sedikit modifikasi baik melakukan pengurangan atau penambahan variasi tari bisa menjadikan sebuah bentuk kesenian berbeda.
“Contohnya tari dolalak, mungkin bisa dikemas lebih menarik lagi. Ini hal yang disukai pariwisata. Dan kita harus bisa menyesuaikan keinginan pasar itu,” imbuh Bupati yang telah tiga tahun memimpin Purworejo.
Sementara itu, Purnomo Rianto selaku penggiat pariwisata Purworejo mengatakan keberadaan ikon menjadi kunci besar dari sebuah kesuksesan dunia pariwisata. Purworejo perlu mengkreasikan sebuah ikon untuk bisa mendorong orang datang karena kepemilikan hal tersebut.

Yogyakarta dengan kekuatan pariwisata yang luar biasa, masih mengandalkan Borobudur untuk menarik wisatawan agar datang. Hasilnya, orang terus beranggapan jika Borobudur adalah milik Yogyakarta. Menurutnya, klaim seperti itu boleh saja dilakukan.
Lebih jauh Purnomo menyampaikan jika langkah tersebut menjadi lompatan besar bagi Yogyakarta untuk terus mendatangkan wisatawan ke kota tersebut. Langkah itu seharusnya juga perlu ditiru Purworejo yang sedang berjuang menyukseskan program Romansa Purworejo 2020.
Dia melihat Borobudur dengan akan beroperasinya NYIA harus bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh Purworejo. Bagaimana caranya wisatawan bisa diarahkan melewati Purworejo untuk mencapai Borobudur.

“Wisatawan turun dari bandara, diarahkan memanfaatkan waktu Alun-alun dengan dukungan bedugnya amat menjual. Kita bisa sampaikan kalau Borobudur itu Purworejo karena amat dekat,” imbuh Purnomo.

Pelan tapi pasti jika hal itu terus didengungkan, orang akan semakin akrab dan familiar dengan Purworejo. Ini akan mendorong pertumbuhan pariwisata lain yang ada di Purworejo.

“Tidak ada yang salah, kita mengembangkan yang sebenarnya tidak asli jadi sebuah keunggulan,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan