Pandemi Setahun, Pelaku UMKM Purworejo Tambah 4 Ribu Orang

PURWOREJO, Selama setahun pandemi Covid-19 melanda, jumlah UMKM di Kabupaten Purworejo meningkat pesat. Dari sebelumnya sekitar 29.000 kini menjadi 33.000 atau meningkat 4.000 selama setahun.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kabid UMKM Dinas KUKMP Purworejo Sugiyo pada Selasa (9/3). Didampingi Kasie Kelembagaan Nurhadi Trionggo, meningkatnya jumlah pelaku UMKM itu karena banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh banyak perusahaan saat pandemi.

“Membuka usaha dengan cara berjualan dinilai cara praktis untuk menopang kondisi ekonomi agar tetap dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Sugiyo.
Terbanyak, menurutnya, berasal dari Kecamatan Purworejo dan Kutoarjo karena kedua kecamatan itu berada di wilayah perkotaan.

Dijelaskan oleh Nurhadi Trionggo (Onggo), dalam setahun ini pihaknya terus melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, terutama olahan makanan. Bentuknya berupa fasilitasi pemberian ijin Produk Induatri Rumah Tangga ( PIRT) serrifikati halal dan HAKI.

Sugiyo dan Onggo yang menangani UMKM Purworejo


Disebutkan Onggo, selama pandemi permintaan ijin PIRT pun meningkat sebanyak 200 dibanding sebelumnya. Adapun sertifikasi halal sebanyak 40 dan sertifikasi HAKI sebanyak 10.

Upaya lain yakni memberikan wawasan pelaku UMKM dalam hal pelatihan pemasaran digital baik secara virtual maupun tatap muka yang diikuti 120 peserta. Selain itu juga pelatihan packing kemasan untuk branding produk yang diikuti 60 peserta dari 60 produk.

Upaya pembinaan yang dilakukan Dinas KUKMP kepada pelaku UKM juga dilakukan dengan cara pemberian akses kemitraan melalui kurasi. “Ada 200 produk yang ada di showroom UMKM, 60 produk di toko jejaring modern, serta 36 produk di galeri bandara YIA,” rinci Onggo.

Bagi produk yang dianggap berkualitas bahkan bisa menjangkau tiga lokasi tersebut. Tak hanya itu. Bagi pelaku UMKM pemula diberikan permodalan 12 juta. Juga bagi pelaku usaha yang terdampak pandemi di Purworejo ada 33.000 penerima.

Untuk menopang pemasaran dan promosi, Dinas KUKMP juga melakukan kegiatan pameran baik secara konvensional maupun online yang diadakan tiga bulan terakhir di tahun 2020.

Pelatihan bagi para pendamping UMKM

Untuk pendamping UMKM, juga dibekali dengan skill untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing. Seperti pelatihan yang dilakukan Selasa (9/3), diikuti 44 pendamping. Mereka bertugas mendampingi 789 UMKM yang ada di 16 kecamatan di Purworejo.

Didampingi itu juga pelatihan vokasi berupa pelatihan bambu, pengolahan kopi, dan kurungan burung bagi pelaku UMKM yang akan melakukan diversifikasi.

Baik Sugiyo maupun Onggo berharap, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah melalui Dinas KUKMP dapat dirasakan manfaatnya bagi pelaku UMKM sehingga dapat terus berproduksi selama masa pandemi ini .

Termasuk para pelaku UMKM pembuat makanan yang mendominasi pelaku UMKM di Purworejo. Sebanyak 315 pelaku UMKM yang berkecimpung dalam olahan makanan mendapatkan bantuan sosial berupa bahan baku produksi.

Mereka masing-masing menerima tepung terigu 75 kg, minyak goreng 20 kg, gula pasir 50 kg, dan telur 50 kg. Adapun penjual gorengan menerima minyak goreng 80 liter dan terigu 75 kg. Selain itu juga bansos berupa pembelian masker, Purworejo mendapat kuota 100.650 untuk sebanyak 44 penjahit.

“Stimulus-stimulus tersebut diharapkan dapat memberikan semangat para pelaku UMKM agar optimis meski pandemi masih menghantui,” pungkas Sugiyo. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *