Sosok yang Inspiratif, Selamat Jalan Pak Kelik

Masyarakat Purworejo kembali berduka. Salah seorang tokoh kharismatik dan pemimpin masyarakat Purworejo, H Kelik Sumrahadi, meninggalkan kita semua, menghadap ke haribaan Allah SWT. Innalillahi wainnailaihi rojiun. Beliau menghembuskan nafas terakhir di Ruang ICU RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo, Sabtu (3/2) dinihari.

Almarhum adalah seorang pemimpin genuin, sejati, yang dilahirkan dan bukan hasil cetakan. Beliau tampil sebagai pemimpin sejak usianya masih 17 tahun, sebagai kepala desa di desa kelahirannya, Grabag. Saat itu Kelik muda masih duduk di bangku kelas II SMA.

Sejak itu ketokohan Kelik muda makin berkibar. Popularitasnya melampaui wilayah Grabag. Kelik muda juga mulai berkiprah di panggung politik melalui partai Golongan Karya.

Karir politik Kelik melambung ketika Golkar menampilkannya sebagai calon wakil bupati Purworejo pada Pilkada pertama paska reformasi tahun Oktober tahun 2000. Kelik dipasangkan dengan Wakil Walikota Jakarta Utara, H Marsaid, SH, M.Si.

Pada pemungutan suara di DPRD, pasangan Marsaid-Kelik memenangi voting atas pasangan calon lainnya, termasuk pasangan Angko-Kelik. Pilkada itu tercatat sebagai Pilkada terunik sepanjang sejarah, karena tiga pasang calon yang berlaga semuanya mencantumkan Kelik Sumrahadi sebagai wakilnya.

Lima tahun sebagai wakil bupati makin mengokohkan posisi Kelik sebagai pemimpin Purworejo. Apalagi pada masa itu Kelik juga tampil sebagai Ketua DPD Golkar. Makin lengkaplah kepemimpinan Kelik.

Puncak karier Kelik yaitu ketika beliau memenangi Pilkada 2005. Berpasangan dengan tokoh muda Golkar, Mahsun Zain, Kelik berhasil merebut kursi Bupati Purworejo periode 2005-2010. Kelik justru mengalahkan rival yang selama lima tahun bersamanya, H Marsaid, SH, M.Si.

Kini Kelik Sumrahadi telah tiada. Beliau meninggalkan teladan tentang model kepemimpinan Jawa, dan tentang kepemimpinan yang merakyat. Model kepemimpinan yang menjadikan dirinya jadi pemimpin yang kharismatik dan dicintai rakyatnya.

Tampilnya di kancah politik telah menginspirasi banyak orang. Kelik bahkan jadi lokomotif bagi para kepala desa untuk berkarier di bidang politik.

Selamat jalan Pak Kelik, sang pemimpin genuin.
(Ahmad Nas Imam)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *