Normalkah Mata Kucing Terlihat pada Mata Anak?

Oleh : dr. Ernes Erlyana Suryawijaya

Jika mata anak terlihat seperti mata kucing, ini bukanlah hal yang wajar dan perlu diwaspadai. Warna putih yang terlihat pada anak mata yang menghasilkan mata kucing tersebut dapat paling sering disebabkan oleh retinoblastoma, yang merupakan kanker atau benjolan ganas yang terdapat pada retina di belakang mata. Jika ibu menemukan mata kucing tersebut sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter mata, semakin cepat semakin baik.

Retinoblastoma merupakan kanker mata yang paling sering ditemukan pada anak. Frekuensi terjadinya retinoblastoma ini sekitar 1 banding 14.000 sampai 20.000 per kelahiran hidup.
Di Indonesia presentase retinoblastoma mencapai 17.22 % dari seluruh kanker yang terjadi pada anak. Kanker ini diturunkan secara genetik atau keturunan, yang merupakan suatu mutasi gen atau pertumbuhan sel yang tidak normal.

Gejala yang biasanya muncul adalah reflek berwarna putih pada anak mata seperti mata kucing (leukokoria), juling, mata menonjol keluar dan peradangan pada mata atau mata kemerahan.
Penurunan tajam penglihatan jarang dikeluhkan karena kanker ini biasa ditemukan pada anak pra sekolah. Kanker terjadi pada kedua mata kurang lebih 30% – 40% kasus, dan terjadi pada 1 mata dengan kurang lebih 60% kasus.

Diagnosis dapat dilakukan dengan wawancara lengkap dari orang tua, pemeriksaan mata lengkap melihat bagian depan dan belakang mata, disertai dengan pemeriksaan CT-scan atau MRI.
Pemeriksaan mata lengkap harus dilakukan untuk melihat apakah ada penyebaran dari sel kanker tersebut ke bagian lain seperti ke otak, tulang, sumsum tulang dan organ perut. Jika sudah terdiagnosa dengan retinoblastoma maka penanganannya adalah bisa dengan enukleasi atau pengangkatan bola mata yang biasa dilakukan jika kanker sudah melebih setengah dari bola mata, saraf mata terkena, dan bagian depan mata juga sudah terkena yang tidak memungkinkan adanya potensi penglihatan lagi.

Kemoterapi dan laser juga menjadi salah satu teknik pengobatan. Hasil akhir pada retinoblastoma akan baik jika ditemukan di awal dan belum melakukan penyebaran ke organ lain. Jika sudah menyebar maka kemungkinan hidup menjadi lebih kecil. Angka harapan hidup di negara berkembang sekitar 40 sampai 50%.
Karena bersifat genetik, maka pencegahan sulit dilakukan, tetapi jika satu anak sudah terkena, maka untuk saudara atau kelahiran berikutnya lebih baik untuk dilakukan screening pemeriksaan mata secara rutin untuk deteksi awal kanker tersebut.
Kondisi mata lain yang dapat menyebabkan mata kucing adalah katarak pada bayi, penyakit coat dan bisa juga karena infeksi toxocariasis. Hal ini juga memerlukan penanganan segera untuk menyelamatkan penglihatan pada anak. Oleh sebab itu segera bawa ke dokter mata untuk melakukan pemeriksaan. (*)

Penulis adalah seorang dokter, saat ini magang di sebuah rumah sakit mata di Denpasar, Bali

Tinggalkan Balasan