Mengaku Dianiaya Seseorang di Kafe, Warga Baledono Ngentak Lapor Polisi

PURWOREJO, Andri, warga Kelurahan Baledono Ngentak, Kecamatan Purworejo, melaporkan tindak penganiayaan yang diduga dilakukan oleh A, di kafe UL di kawasan Jalan Urip Sumoharjo Purworejo, kepada polisi. Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi Minggu (29/11) pukul 00.45.

Menanggapi laporan dugaan penganiayaan tersebut, Kasubag Humas Polres Purworejo Iptu Siti Komariah menggelar jumpa pers di Mapolres Purworejo, Senin (30/11). Menurut Iptu Komariah, polisi masih menyelidiki laporan dugaan penganiayaan tersebut.

Dalam laporan kepada polisi, kasus tersebut terjadi saat pelapor datang bersama istrinya di kafe UL. Ketika sampai ke dalam kafe, pelapor bersalaman dengan A. Namun, menurut pelapor, A mendorongnya dan pelapor membalas mendorong. Lalu pelapor mengaku dipukul oleh A.

Informasi yang beredar di masyarakat, dalam peristiwa tersebut diduga terjadi penodongan senjata api oleh seseorang. Tapi informasi tersebut diklarifikasi oleh Iptu Komariah.

“Setelah diadakan penyelidikan di TKP semalam, disebutkan tidak ada penodongan dengan menggunakan senjata. Hal itu berdasar kesaksian sembilan orang yang berada di lokasi yang mengatakan tidak melihat adanya senjata api, kecuali korban ” ucap Iptu Kokom.

Ditegaskannya, para saksi hanya mendengar suara keras seperti tembakan. 

“Tapi itu bisa juga berasal dari suara meja yang digebrak atau apa. Yang jelas karena kejadiannya cepat dan terjadi pada dini hari,” imbuhnya. 
Selain itu menurut Iptu Komariah,  pelaku juga mengaku dirinya tidak membawa senjata api.

Ke-9 saksi yang berada di lokasi saat kejadian yakni Ervina Safitri,Eko Pribadi, Endah, Wahyu,  Nur Fajar, Andi Pamungkas, Aldi, Ardidan Muhamad Nur Huda. 

Mereka telah diperiksa oleh Satreskrim Polres Purworejo. Namun demikian Iptu Kokom mengaku pihaknya belum mengetahui ada tidaknya CCTV di lokasi kejadian.

“Kami telah melakukan penyelidikan atas laporan yang disampaikan oleh Saudara Andri warga Kelurahan Baledono Ngentak Kecamatan Purworejo. Penjelasan ini kami sampaikan berdasarkan hasil penyelidikan yang telah kami lakukan,” tandas Iptu Kokom, panggilan akrab Iptu Siti Komariah. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *