Manfaatkan Tenaga Surya, Siswa SMAN 1 Purworejo Ciptakan Lampu Serbaguna

PURWOREJO, Hilmi Pramono Adi dan Yusuf Ryan Prasetyo, dua siswa kelas XI IPA 2 SMAN 1 Purworejo berhasil melaju ke Lomba Krenova Provinsi Jawa Tengah mewakili Purworejo. Melalui karyanya yakni lampu senter serbaguna, keduanya meraih Juara II pada Lomba Krenova tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 2020 yang diunumkan beberapa waktu lalu.

Ditemui di lobi sekolah, Jumat (5/3), kedua siswa dan guru pendamping Erna Umu Nurlaela menuturkan ide pembuatan lampu senter serbaguna yang diberi merk Topday tersebut. “Ide pembuatan lampu senter muncul saat kami melihat lampu taman di sekolah yang bersumber dari energi matahari pada siang hari dan menyala pada malam hari,” ujar Hilmi yang tinggal di Suronegaran RT 1/10 Kelurahan Purworejo itu.

Berawal dari situlah, Hilmi dan Yusuf yang aktif dalam kegiatan Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMAN 1 mengikuti lomba Krenova melalui lampu serbaguna Topday yang berarti nonstop everyday. Menurut Hilmi, itu artinya lampu dicharge pada waktu siang dan dapat digunakan pada malam hari secara terus menerus.

Ditambahkan oleh Yusuf yang tinggal di Desa Sumbersari Rt 2 RW 3 Banyuurip, lampu bisa digunakan nonstop hingga delapan jam setelah dicharge selama 10 jam atau dua hari. Itu karena waktu untuk menyimpan energi yang paling baik yakni mulai pukul 10.00 hingga 15.00.

Adapun Solar cell yang dipakai sebesar 200MA berfungsi untuk memendarkan cahaya. Komponennya berupa lampu LED, solar cell, baterai, serta inverter sebagai penstabil solar.

Baik Hilmi dan Yusuf menyebut, saat penilaian lomba mereka menampilkan tiga prototipe atau bentuk berbeda. Dari ukurannya, memang lampu serbaguna ini sangat praktis dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan terutama kegiatan outdoor seperti camping atau hunting di malam hari.

Prototipe lampu serbaguna ciptaan Hilmi dan Yusuf



Guru pembimbing Erna mengungkapkan, nantinya lampu Topday akan diproduksi secara massal. Saat ini, lanjutnya, sedang dicari pihak ketiga yang dapat menyediakan bahan baku sesuai permintaan. “Pada tahap awal kami akan memproduksi sebanyak 100 buah sesuai dengan syarat lomba di yingjat provinsi nanti,” jelas Erna.

Menurutnya, lomba akan digelar pada Juni mendatang. Adapun proposal sudah harus masuk maksimal akhir April. “Nantinya kami akan menjualnya dengan harga terjangkau dan kemasan yang layak, termasuk mencantumkan identitas SMAN 1 Purworejo,” imbuhnya.

Rencananya, lampu Topday yang berkapasitas 3 watt LED itu akan dibandrol harga sekitar Rp 50.000 dengan garansi dua bulan. Untuk pemakaian secara terus menerus bisa sekitar setahun pemakaian nonstop. Kondisi itu terbilang awet untuk produk lokal.

Pihak sekolahpun sangat mendukung hal tersebut, termasuk membantu dalam pembiayaan saat produksi awal. Biaya yang dibutuhkan, lanjut Erna, tidaklah sedikit mengingat nantinya juga diadakan riset serta pendaftaran produk paten untuk mendapatkan sertifikat Hak Kekayaaan Intelektual (HAKI). “Ini untuk memantapkan produk berkualitas dari anak-anak kami,” tegas Erna.

Melalui kegiatan tersebut baik Erna, Hilmi, dan Yusuf berharap akan dapat membuka peluang usaha serta membawa manfaat bagi masyarakat. Selain juga dapat memanfaatkan energi matahari yang melimpah di siang hari saat musim kemarau.

Bagi Hilmi dan Yusuf, keduanya baru pertama kali ini mengikuti lomba. Itupun mereka mendapat nomor undi pertama di hari pertama. “Presentasi 15 menit, tanya jawab lima menit. Alhamdulillah kami bisa mewakili SMAN 1 dan mudah-mudahan nantinya bisa melaju ke tingkat nasional,” ucap Hilmi. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *