Purworejo Diperkirakan Kekurangan Beras 18.000 Ton Cetak halaman ini
Ditulis oleh Ahmad Nas Imam   
Senin, 19 Februari 2007

Ir. Dri SumarnoPeringatan serius bagi Pemerintah Kabupaten Purworejo. Dalam 2 - 3 bulan mendatang Kabupaten Purworejo diperkirakan bakal kekurangan beras sebanyak 18.989,73 ton. Angka itu diperoleh dari perhitungan kebutuhan beras sampai April 2007 sebanyak 21.632 ton untuk memenuhi 759.031 jiwa, tetapi perkiraan hasil panen hanya1.007 ton ditambah stok Dolog hanya 1.556 ton dan stok pedagang 79,7 ton.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan peternakan Kabupaten Purworejo Ir Dri Sumarno, Sabtu (17/2) menjelaskan, suaca yang kacau akhir-akhir ini menjadi penyebab menurunnya realisasi tanam MP (musim tanam) 2006-2007 yang hanya 18.644 hektar dari luas sawah 23.129 hektar.

Cuaca yang kacau yang ditandai dengan musim kemarau berkepanjangan mengakibatkan 6.717,87 hektar sawah kekeringan dan 11.640 hektar terancam kekeringan. Dengan demikian diperkirakan hanya 287 hektar dari 18.989 hektar sawah yang bisa dipanen dengan produksi 1.007 ton beras.

Sawah Kekeringan

11.640 hektar sawah terancam kekeringan

Saat ini, menurut Dri Sumarno, di Kabupaten Purworejo terhampar ribuan tanaman padi yang masih berusia sekitar 40 hari. Tanaman ini merupakan masa tanam pertama yang terpaksa mundur akibat kekeringan. Seharusnya saat ini telah memasuki masa tanam kedua.

 

"Petani masih harus menunggu dua bulan lagi untuk panen. Padahal saat ini cuaca masih belum menentu. Jika dalam dua bulan ke depan suplai air ke sawah kurang maka hampir bisa dipastikan akan gagal panen dan perkiraan akan minus beras 18.989 ton kemungkinan besar jadi kenyataan,"; kata Dri.

Jika Kabupaten Purworejo minus sampai 18.989 ton beras, maka ini merupakan peristiwa buruk pertama yang dialami daerah penghasil beras ini. Selama ini, sebagai daerah agraris, Purworejo selalu mampu memenuhi kebutuhan pangan warganya bahkan tidak jarang produksi berasnya surplus.*

 
Keluar