Menu Content/Inhalt
Halaman Utama arrow Kesehatan arrow Pelayanan Jamkesmas Lebih Baik Dibanding Askes

Tajuk Rencana

Ahmad Nas Imam

Benarkah Boediono Melakukan Metaforfosis?

  Tampilnya Prof Dr Boediono sebagai calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono membuktikan betapa kukuhnya pendirian SBY dalam memilih pasangan chemistrinya. Hujan kritik -- bahkan ancaman perpecahan mitra koalisi -- yang menyertai deklarasi SBY Berbudi, tak sedikit pun menggoyahkan pendirian SBY.

Baca selengkapnya... 

Google Search

Webpurworejonews.com

Iklan Ayam Pelung

 

 

 

 

Pelayanan Jamkesmas Lebih Baik Dibanding Askes Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 14 Desember 2010
PURWOREJO, Pelayanan kesehatan peserta jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas), lebih istimewa dibanding asuransi kesehatan dari pegawai negeri. Bila pelayanan askes PNS masih ada sharing anggaran, namun untuk peserta jamkesmas tidak dipungut biaya sama sekali. Bahkan biaya transportasi dari puskesmas ke RSU hingga ke rumah sakit rujukan pun, ditanggung pemerintah. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan Daerah, Kamis (9/12), di ruang Arahiwang. Rakor dibuka Wakil Bupati Purworejo, Suhar, dan diikuti seluruh anggota Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD). Sedangkan materi disampaikan oleh masing-masing SKPD, yang memiliki kegiatan penanggulangan kemiskinan, diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Diperindagkop, Bapermasdes.
Dikemukakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, dr Kuswantoro MKes, bahwa pelayanan kesehatan masyarakat miskin bersumber dari program bantuan sosial. Progran tersebut diselenggarakan secara nasional, dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyatakat miskin. Peserta jamkesmas dapat memperoleh pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia. Rumah sakit yang ditunjuk, tidak boleh menolak terhadap permintanaan pelayanan kesehatan peserta jamkesmas.
 
Masyarakat miskin di Purworejo yang masuk progam jamkesmas, sesuai keputusan bupati berjumlah 238.603 jiwa. Jumlah itu masih ditambah masyarakat miskin penghuni panti sosial termasuk gelandangan, pengemis, anak terlantar yang ditetapkan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial. Peserta Jamkesmas merupakan warga diluar peserta askes lainnya seperti, askes PNS dan jamsostek.
 
Saat ini, lanjutnya, ada empat rumah sakit yang melayani jamkesmas, yaitu RSU Saras Husada, PKU Muhamadiyah, Palang Biru, dan Panti Waluyo. Bila selama ini peserta jamkesmas masih dibebani biaya pembelian obat, karena pada rumah sakit tersebut tidak ada obat yang dimaksud, untuk tahun 2011 mendatang sudah tidak lagi dijumpai kasus serupa. Karena pelayanan sudah berbentuk paket, misalnya biaya sakit tipus sekian ratus ribu, operasi sekian juta dan sebagainya.*

 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Selanjutnya >