Menu Content/Inhalt
Halaman Utama arrow Politik arrow Bambang Irianto Dilantik Jadi Anggota DPRD Gantikan Dwi Indra Kusuma

Tajuk Rencana

Ahmad Nas Imam

Benarkah Boediono Melakukan Metaforfosis?

  Tampilnya Prof Dr Boediono sebagai calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono membuktikan betapa kukuhnya pendirian SBY dalam memilih pasangan chemistrinya. Hujan kritik -- bahkan ancaman perpecahan mitra koalisi -- yang menyertai deklarasi SBY Berbudi, tak sedikit pun menggoyahkan pendirian SBY.

Baca selengkapnya... 

Google Search

Webpurworejonews.com

Iklan Ayam Pelung

 

 

 

 

Bambang Irianto Dilantik Jadi Anggota DPRD Gantikan Dwi Indra Kusuma Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Ahmad Nas Imam   
Kamis, 08 April 2010
PURWOREJO, Bambang Irianto dari Partai Golkar Daerah Pemilihan 2 (Purwodadi, Ngombol, Bagelen) diambil sumpahnya sebagai anggota DPRD Kabupaten Purworejo pengganti antar waktu (PAW), Rabu (7/4). Ia menggantikan Dwi Indra Kusuma yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Wakil Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain dalam sambutannya, menyampaikan selamat dan berharap agar Bambang Irianto bisa segera menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Sedangkan kepada almarhum Dwi Indra Kusuma, melalui keluarga dan koleganya, ia menyampaikan terimakasih dan penghargaan atas pengabdiannya selama ini.
Menyinggung tentang pelaksaan Pilbup yang sudah semakin dekat, Wakil Bupati berharap agar semua pihak, mulai dari para bakal calon, partai politik, tim sukses dan para pendukungnya, serta seluruh komponen masyarakat, bisa menjaga dan melaksanakan pesta demokrasi ini dengan sebaik-baiknya.
 
Menurutnya, dalam sebuah kompetisi, tentu akan terjadi persaingan, saling intai kekuatan lawan politik, saling berebut pengaruh dan simpati, serta berbagai manuver-manuver politik lainnya. Di sisi lain, juga akan muncul perbedaan pendapat dan pilihan di tengah-tengah masyarakat. Kesemuanya itu mnurutnya merupakan hal yang wajar, sepanjang masih berada pada koridor aturan yang berlaku serta menjaga etika demokrasi. “Dan yang terpenting, kesemuanya itu hendaknya tidak membuat kita tercerai berai dan saling bermusuhan satu sama lain, apalagi sampai menimbulkan konflik berkepanjangan,” harapnya.*
 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Selanjutnya >