Menu Content/Inhalt
Halaman Utama arrow Ekonomi arrow Kreasi Edi Peni Kelurahan Doplang: Menyulap Limbah Jadi Aneka Kerajinan

Tajuk Rencana

Ahmad Nas Imam

Benarkah Boediono Melakukan Metaforfosis?

  Tampilnya Prof Dr Boediono sebagai calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono membuktikan betapa kukuhnya pendirian SBY dalam memilih pasangan chemistrinya. Hujan kritik -- bahkan ancaman perpecahan mitra koalisi -- yang menyertai deklarasi SBY Berbudi, tak sedikit pun menggoyahkan pendirian SBY.

Baca selengkapnya... 

Google Search

Webpurworejonews.com

Selamat atas Pelantikan Drs. Mahsun Zain sebagai Bupati Purworejo 2010 -2015

PEMILUKADA 2010 KAB. PURWOREJO

Pendaftaran Siswa Baru SMK PN-PN2 Purworejo


Kreasi Edi Peni Kelurahan Doplang: Menyulap Limbah Jadi Aneka Kerajinan Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 24 Februari 2010
Penggiat Kreasi Edi Peni dari kiri Ny Ning Suhartadi (anggota), Ny Sri Nas Imam (ketua) dan Ny Napisah Taufik (sekretaris)
Aneka bantal cantik berisi potongan limbah kering
PURWOREJO, Bermula dari kegiatan ibu-ibu dasa wisma di RT 02 RW 06 Kelurahan Doplang Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo, kini Kader Lingkungan “Kreasi Edi Peni” telah berkembang pesat menjadi pusat kegiatan pengolahan limbah kering jadi aneka kerajinan. Puluhan jenis kreasi kerajinan dari limbah seperti aneka tas, tudung saji, tirai, sandal, taplak meja, topi, payung dan masih banyak lagi tiap hari dibuat oleh 16 anggota. Dari hasil menjual kerajinan tersebut, para anggota Kreasi Edi Peni telah menikmati tambahan pendapatan keluarga. Kreasi Edi Peni adalah wadah ibu-ibu yang peduli terhadap penyelamatan lingkungan di bawah pimpinan Ny Sri Nas Imam. Anggotanya sebanyak 16 orang dari beberapa RT di Kelurahan Doplang Kecamatan Purworejo dan Kledung Karangdalem Kecamatan Banyuurip. Kreasi Edi Peni secara resmi berdiri pada 5 Oktober 2009 melalui Surat Keputusan (SK) Lurah Doplang Siti Choiriyah, S.STP No. 658.1/XI/2009 dan diperbarui dengan SK No. 658.1/15/XI/2009.
Aneka kerajinan tas cantik hasil karya anggota Kreasi Edi PeniAdapun susunan pengurus Kreasi Edi Peni yaitu Ketua Ny Sri Nas Imam, Sekretaris Ny Napisah Taufik, S.Ag, Bendahara Ny Sutirah. Anggota-anggotanya meliputi Ny Asih Edi Subagyo, Ny Ahmad Supomo, Ny Darmini Suwarno, Ny Bambang Cahyono, Ny Achmadi, Ny Hj Sugiarto, Ny Rismantoyo, Ny Mudmainah Kelik, Ny Hj Lasmini Suprapto, Ny Sinta Karsiyadi, Ny Bintoro, By Sayuti, Ny Ning Suhartadi, Ny Hartinah dan Ny Suharmani Suyanto.

Ketua Kreasi Edi Peni Ny Sri Nas Imam yang ditemui pNews di rumahnya menjelaskan, misi utama kelompok ini sebenarnya adalah penyelamatan lingkungan. Awalnya adalah keprihatinan terhadap makin banyaknya volume sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga. Makin hari warga kesulitan membuang limbah rumah tangga karena terbatasnya penampungan di tempat pembuangan sementara (TPS) sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan.Keprihatinan tersebut ternyata dirasakan pula oleh beberapa ibu lain sehingga mereka bersepakat untuk berhimpun dalam sebuah kelompok yang kemudian hanya dalam waktu empat bulan berkembang pesat. Kini Kreasi Edi Peni telah menjadi bukan saja sebuah kelompok penyelamat lingkungan, tetapi bahkan telah menjadi kelompok usaha produktif di bidang pengolahan aneka kerajinan limbah.Tiap hari kelompok ini mampu menghasilkan puluhan barang kerajinan dari limbah kering. Hasil produksinya lalu dikirim ke rumah ketuanya yang kini telah disulap menjadi semacam butik. Di butik itu aneka kerajinan hasil karya anggota diberi label lalu dipajang untuk dijual. Uang hasil penjualan diserahkan lagi kepada pembuatnya dengan lebih dulu menyisihkan Rp 1.500 untuk kas organisasi. Adapun harga produksinya bervariasi, mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 40.000.
 
”Hampir tiap hari ada yang terjual. Bahkan kami pernah menerima pesanan dari Semarang sebanyak 55 tas seminar seharga Rp 15.000 perbuah,” jelas Ny Nas Imam.
 
Selain memproduksi aneka kerajinan, Ny Nas Imam juga sering diundang untuk memberikan pelatihan dan sosialisasi penanganan limbah. Undangan pelatihan datang dari berbagai kalangan, dari PKK RT, RW, PKK Desa bahkan Dharma Wanita di beberapa unit seperti Perhutani KPH Kedu Selatan dan Dharma Yukti Karini (Dharma Wanita di lingkungan lembaga peradilan).  
 
Bahkan Ny Nas Imam pernah diundang sebagai pembicara dalam forum Workshop Manajemen Pengelolaan Sampah di SMP Negeri 3 Purworejo.Saat wawancara ini dilakukan, Ny Nas Imam mengaku sedang sibuk menyelesaikan pesanan dari Semarang berupa berbagai jenis tas, tudung saji, tirai, sandal, bantal, taplak meja dan lain-lain yang masing-masing sebanyak 10 buah. ”Ini tantangan bagi kami, karena untuk mengadakan bahan bakunya tidak mudah. Kami harus rajin mengumpulkan limbah dari rumah tangga-rumah tangga, bahkan ada anggota kami yang bekerjasama dengan toko grosir di Purworejo,” tambah Ny Nas Imam.
 
Sejak nama Kreasi Edi Peni tersebar luas, hampir tiga hari sekali pengurus sibuk menerima kunjungan  studi banding atau ngangsu kawruh cara pengolahan limbah. Ada yang datang secara perorangan misalnya istri kepala desa atau ketua PKK desa serta para guru, dari guru TK sampai guru SMK. Juga kunjungan resmi seperti yang pernah dilakukan oleh ibu-ibu PKK dari Temanggung, kunjungan monitoring dari Kementeraian Pekerjaan Umum, Dinas Cipta Karya Provinsi, serta yang rutin dari Kantor Lingkungan Hidup dan Bappeda Purworejo.*
 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Selanjutnya >