Menu Content/Inhalt
Halaman Utama arrow Ekonomi arrow Pemkab Purworejo Usulkan Operasi Pasar Beras dan Gula Pasir

Tajuk Rencana

Ahmad Nas Imam

Benarkah Boediono Melakukan Metaforfosis?

  Tampilnya Prof Dr Boediono sebagai calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono membuktikan betapa kukuhnya pendirian SBY dalam memilih pasangan chemistrinya. Hujan kritik -- bahkan ancaman perpecahan mitra koalisi -- yang menyertai deklarasi SBY Berbudi, tak sedikit pun menggoyahkan pendirian SBY.

Baca selengkapnya... 

Google Search

Webpurworejonews.com

Selamat atas Pelantikan Drs. Mahsun Zain sebagai Bupati Purworejo 2010 -2015

PEMILUKADA 2010 KAB. PURWOREJO

Pendaftaran Siswa Baru SMK PN-PN2 Purworejo


Pemkab Purworejo Usulkan Operasi Pasar Beras dan Gula Pasir Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Ahmad Nas Imam   
Sabtu, 06 Februari 2010

PURWOREJO, Saat ini harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasar sangat bervariasi, ada yang naik dan ada yang turun. Kenaikan harga yang cukup mencolok terjadi pada gula pasir dan beras. Terhadap kenaikan harga komoditas tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo telah melakukan langkah-langkah antisipasi. Antara lain melaksanakan monitoring harga sembako rutin seminggu 2 kali di 5 (lima) pasar tradisional yaitu Pasar Baledono, Pasar Suronegaran, Pasar Kutoarjo, Pasar Kaliboto, dan Pasar Purwodadi.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain, menanggapi pemandangan umum fraksi, dalam rapat paripurna DPRD Purworejo Kamis (4/2). Selain itu, Pemkab juga telah mengajukan permohonan operasi pasar beras dan gula pasir kepada Gubernur Jawa Tengah, melaksanakan pasar murah sembako  dengan dana dari APBD, dan berkoordianasi dengan Dolog untuk mempercepat dan mengoptimalkan penyaluran Raskin.

Dikatakan bahwa kenaikan harga gula pasir antara lain disebabkan oleh meningkatnya konsumsi gula pasir oleh masyarakat dan usaha/industri mikro/kecil. Selain itu, juga akibat musim giling  tebu yang sudah berakhir, adanya lahan tebu yang dimanfaatkan untuk menanam  komoditas tanaman lain, adanya penurunan produksi gula pasir nasional/internasional, dan pemerintah tidak mempunyai stok gula pasir.

Sedangkan kenaikan harga beras disebabkan antara lain pengaruh psikologis kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) Tahun 2010 sebesar 10 %. Selain itu juga mundurnya masa tanam yang mengakibatkan mundurnya panen, sehingga masa paceklik lebih panjang. Juga penyaluran raskin belum berjalan penuh (optimal), spekulasi kenaikan harga pupuk yang diperkirakan akan berlaku mulai April 2010, hambatan transportasi akibat gangguan cuaca, sert stok petani, penggilingan padi, dan pedagang relatif menipis. *
 

 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Selanjutnya >