| Pemkab Purworejo Usulkan Operasi Pasar Beras dan Gula Pasir |
|
|
|
| Ditulis oleh Ahmad Nas Imam | |
| Sabtu, 06 Februari 2010 | |
|
PURWOREJO, Saat ini harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasar sangat bervariasi, ada yang naik dan ada yang turun. Kenaikan harga yang cukup mencolok terjadi pada gula pasir dan beras. Terhadap kenaikan harga komoditas tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo telah melakukan langkah-langkah antisipasi. Antara lain melaksanakan monitoring harga sembako rutin seminggu 2 kali di 5 (lima) pasar tradisional yaitu Pasar Baledono, Pasar Suronegaran, Pasar Kutoarjo, Pasar Kaliboto, dan Pasar Purwodadi. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain, menanggapi pemandangan umum fraksi, dalam rapat paripurna DPRD Purworejo Kamis (4/2). Selain itu, Pemkab juga telah mengajukan permohonan operasi pasar beras dan gula pasir kepada Gubernur Jawa Tengah, melaksanakan pasar murah sembako dengan dana dari APBD, dan berkoordianasi dengan Dolog untuk mempercepat dan mengoptimalkan penyaluran Raskin. Dikatakan bahwa kenaikan harga gula pasir antara lain disebabkan oleh meningkatnya konsumsi gula pasir oleh masyarakat dan usaha/industri mikro/kecil. Selain itu, juga akibat musim giling tebu yang sudah berakhir, adanya lahan tebu yang dimanfaatkan untuk menanam komoditas tanaman lain, adanya penurunan produksi gula pasir nasional/internasional, dan pemerintah tidak mempunyai stok gula pasir. Sedangkan kenaikan harga beras disebabkan antara lain pengaruh psikologis kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) Tahun 2010 sebesar 10 %. Selain itu juga mundurnya masa tanam yang mengakibatkan mundurnya panen, sehingga masa paceklik lebih panjang. Juga penyaluran raskin belum berjalan penuh (optimal), spekulasi kenaikan harga pupuk yang diperkirakan akan berlaku mulai April 2010, hambatan transportasi akibat gangguan cuaca, sert stok petani, penggilingan padi, dan pedagang relatif menipis. * |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
