Menu Content/Inhalt
Halaman Utama arrow Pendidikan arrow Rektor UMP: KKN Jangan Jadi Ajang "Kana Kene Nyuwun"

Tajuk Rencana

Ahmad Nas Imam

Benarkah Boediono Melakukan Metaforfosis?

  Tampilnya Prof Dr Boediono sebagai calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono membuktikan betapa kukuhnya pendirian SBY dalam memilih pasangan chemistrinya. Hujan kritik -- bahkan ancaman perpecahan mitra koalisi -- yang menyertai deklarasi SBY Berbudi, tak sedikit pun menggoyahkan pendirian SBY.

Baca selengkapnya... 

Google Search

Webpurworejonews.com

Selamat atas Pelantikan Drs. Mahsun Zain sebagai Bupati Purworejo 2010 -2015

PEMILUKADA 2010 KAB. PURWOREJO

Pendaftaran Siswa Baru SMK PN-PN2 Purworejo


Rektor UMP: KKN Jangan Jadi Ajang "Kana Kene Nyuwun" Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Ahmad Nas Imam   
Kamis, 04 Februari 2010

PURWOREJO, Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) Drs Muhammad Fahrudin MHum dengan tegas mengingatkan mahasiswa yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa-desa, agar tidak menjadikan KKN sebadai ajang Kana Kene Nyuwun (kesana kemari meminta-red). Disamping itu juga hendaknya jangan melakukan politik praktis. Oleh karena itu hendaknya selama KKN dalam menjalankan tugasnya mahasiswa agar tidak membawa pesan politis partai politik apapun.

"Semua pihak agar  menyampaikan informasi jika ada di antara peserta KKN yang melakukan politik praktis atau melanggar rambu KKN. Anda boleh kampanye, tetapi yang berkaitan dengan kebaikan UMP dan penerimaan mahasiswa baru,” tandas Fahrudin pada penerimaan dan pelepasan mahasiswa KKN UMP di pendopo Purworejo, (1/2).

Dikatakannya sesuai komitmen UMP, setiap menerjunkan peserta KKN dilandasi komitmen untuk berbuat terbaik buat masyarakat Purworejo. UMP ingin dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan Kabupaten Purworejo sesuai dengan fungsinya sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Melalui KKN tugas mahsiswa untuk membantu masyarakat desa dalam menyelesaikan permasalahan. Oleh karena itu, jangan membuat masalah atau menjadi bagian dari masalah.

Ditegaskan bahwa KKN bukan Kana Kene Nyuwun, bukan Kala-Kala Nongol. Sehingga harus dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. “Amalkan pembekalan yang telah Anda peroleh. Jangan lupa bahwa UMP wahana keilmuan dan akhlaqul karimah, Tinggi prestasi rendah hati,” tutur Fahrudin.

Plt Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes) Kabupten Purworejo Drs.Sutrisno MSi mengatakan, keberadaan para mahasiswa KKN dari UMP ini merupakan salah satu bentuk kerjasama yang sudah terjalin baik dengan pemerintah kabupaten Purworejo. Bahkan akan terus ditingkatkan agar menjadi lebih baik, seperti dalam kegiatan Mahasiswa KKN UMP di tengah-tengah masyarakat Purworejo.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan masyarakat Bapermasdes Drs.Ujianto mengungkapkan, jumlah peserta UMP yang melaksanakan KKN sebanyak 528 mahasiswa. Masing-masing akan melaksanakan tugas KKN di tiga kecamatan yakni Kecamatan Grabag di 12 desa, Keacamatan Pituruh di 14 desa dan Kecamatan Butuh di 14 desa. Para mahasiswa dilapangan akan didampingi 40 Dosen pembimbing Lapangan (DPL). KKN dilaksanakan selama satu bulan mulai 1 Februari sampai dengan 2 Maret 2010.*
 

 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Selanjutnya >