Menu Content/Inhalt
Halaman Utama

Tajuk Rencana

Ahmad Nas Imam

Benarkah Boediono Melakukan Metaforfosis?

  Tampilnya Prof Dr Boediono sebagai calon wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono membuktikan betapa kukuhnya pendirian SBY dalam memilih pasangan chemistrinya. Hujan kritik -- bahkan ancaman perpecahan mitra koalisi -- yang menyertai deklarasi SBY Berbudi, tak sedikit pun menggoyahkan pendirian SBY.

Baca selengkapnya... 

Polling

Login Form






Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!

Pojok

Di Tambakrejo Purworejo, seorang suami membunuh istri karena depresinya kambuh.
 
Hati-hati para istri yang suaminya saat ini magang jadi caleg...
 

Google Search

Webpurworejonews.com

Selamat atas Pelantikan Drs. Mahsun Zain sebagai Bupati Purworejo 2010 -2015

PEMILUKADA 2010 KAB. PURWOREJO

Pendaftaran Siswa Baru SMK PN-PN2 Purworejo


Purworejo Jadi Ikon Reforma Agraria Nasional Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Ahmad Nas Imam   
Sabtu, 16 Januari 2010
PURWOREJO, Kabupaten Purworejo merupakan satu-satunya Kabupaten di ProVinsi Jawa Tengah yang menjadi percontohan dalam penataan aset pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Bahkan sudah ditetapkan sebagai ikon sekaligus potret keberhasilan program reforma Agraria Nasional. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Wilayah BPN Propinsi Jawa Tengah Ir Doddy Imron Cholid MS dalam acara penyerahan Sertifikat massal dan Bibit tanaman di desa Bapangsari Kecamatan Bagelen Rabu (13/1).
Dikatakan bahwa di Indonesia cuma ada dua kabupaten yang menjadi ikon program tersebut, yaitu Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Pacitan Jawa timur.  “Pelaksanaan program di kedua kabupaten ini diharapkan bisa menginspirasi kabupaten atau kota lainnya di Indonesia, dalam mengimplementasikan asas pengelolaan pertanahan supaya memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat,” harapnya.
 
Lebih lanjut  Doddy menjelaskan, kunci diraihnya predekat ikon reforma agraria lantaran inovasi BPN Purworejo yang bersinergi dengan Pemkab dan didukung masyarakat dalam pengelolaan tanah. Purworejo secara perlahan mulai mendorong perubahan paradigma. BPN tidak lagi sebatas lembaga yang melegalisasi aset atau memproduksi sertifikat tanah, tapi juga berinovasi dengan mendorong pemberdayaan aset tanah tersebut.
 
Dengan inovasi tersebut, empat asas dasar secara bertahap mulai diwujudkan. Yakni, berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat, menata kehidupan yang berkeadilan, keberlanjutan sistem kemasyarakatan kebangsaan dan ketatanegaraan, serta berkontribusi untuk menata kehidupan yang harmonis.
 
Kepala BPN Kabupaten Purwoprejo Suradi Hasan SH menambahkan, bentuk konkrit program reformasi agraria dilaksanakan di lima desa  di kecamatan Bagelen  dengan sasaran tanah seluas 209 hektar. Meliputi Desa Hargorojo 16 hektar, Somorejo 70,5 hektar, Tlogokotes 60 hektar , Bapangsari 45,5 hektar dan Krendetan 17 hektar.      
 
Dijelaskan, program itu tidak sekedar melegalisasi aset, tapi BPN juga memfasilitasi masyarakat pemilik lahan untuk mengakses bantuan hibah untuk penghijauan kawasan, yakni dengan penanaman bibit di lahan-lahan yang  telah bersertifikat. Dipilihnya program penghijauan itu sekaligus menyinergikan program Pemkab Purworejo yang menjadikan Kecamatan Bagelen sebagai kawasan sentra agropolitan. Oleh sebab itu, 206 hektar lahan di 17 desa menjadi sasaran penanaman 19.000 pohon.*
 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Selanjutnya >